ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026

Identifikasi dan Morfologi Patogen Penyebab Penyakit Bercak Daun Bibit Kelapa Sawit di Main-nursery pada Perkebunan Rakyat Kabupaten Serdang Bedagai

Dinta Dwi Savitri (Program Studi Proteksi Tanaman, Institut Teknologi Sawit Indonesia, Fakultas Sains, Sumatera Utara, Indonesia)
Muhammad Yusuf Dibisono (Program Studi Proteksi Tanaman, Institut Teknologi Sawit Indonesia, Fakultas Sains, Sumatera Utara, Indonesia)
Nurliana Nurliana (Program Studi Proteksi Tanaman, Institut Teknologi Sawit Indonesia, Fakultas Sains, Sumatera Utara, Indonesia)
Henry Budi Hasibuan (Program Studi Proteksi Tanaman, Institut Teknologi Sawit Indonesia, Fakultas Sains, Sumatera Utara, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Penyakit bercak daun menjadi salah satu kendala utama pada pembibitan utama kelapa sawit yang dapat menurunkan kualitas dan viabilitas bibit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jamur patogen penyebab bercak daun serta mengetahui persentase dan intensitas serangannya pada pembibitan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan di Kecamatan Serba Jadi, Pegajahan, dan Dolok Masihul pada April sampai Mei 2026. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan rumus Slovin. Identifikasi patogen dilakukan melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap isolat jamur yang ditumbuhkan pada media Potato Dextrose Agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan pada pengamatan pertama berkisar 19,58 sampai 20,27 persen dan meningkat menjadi 23,08 sampai 25,68 persen pada pengamatan kedua. Intensitas serangan berkisar 7,34 sampai 10,16 persen dan termasuk kategori ringan. Jamur yang berasosiasi dengan bercak daun meliputi Curvularia sp. dan Helminthosporium sp., dengan Curvularia sp. sebagai patogen dominan di seluruh lokasi penelitian. Kelembapan tinggi dan pengelolaan pembibitan tradisional diduga mendukung perkembangan patogen tersebut.

Copyrights © 2026