ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026

Diagnosis Miskonsepsi Kimia Siswa SMA melalui Instrumen Diagnostik: Tinjauan Sistematis dan Implikasi Penggunaan HyperChem dalam Pembelajaran

Sania Losiana Yomaki (Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Papua, Indonesia)
Radite Yogaswara (Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Papua, Indonesia)
Yunita Pare Rombe (Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Papua, Indonesia)
Murtihapsari Murtihapsari (Department of Chemistry Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Papua, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran kimia yang dapat menghambat pemahaman konsep siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penelitian mengenai diagnosis miskonsepsi kimia pada siswa SMA, mengidentifikasi kecenderungan penggunaan instrumen diagnostik, serta memetakan materi kimia yang paling sering mengalami miskonsepsi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Data diperoleh dari artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 melalui Google Scholar dan Google Search. Dari 55 artikel yang ditemukan, sebanyak 17 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa two-tier diagnostic test merupakan instrumen yang paling banyak digunakan, diikuti oleh five-tier, three-tier, four-tier, dan instrumen berbasis Certainty of Response Index (CRI). Miskonsepsi paling banyak ditemukan pada materi hidrokarbon, asam basa, larutan penyangga, ikatan kimia, struktur atom, laju reaksi, dan gaya antarmolekul. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi masih dominan pada konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, penggunaan instrumen diagnostik yang tepat serta pembelajaran berbasis visualisasi, seperti HyperChem, berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual siswa.

Copyrights © 2026