Jurnal Mahasiswa TEUB
Vol. 14 No. 5 (2026)

Kajian Empiris Perbandingan Aspek Performa dan Keamanan Metode Hybrid Cryptography (QKD BB84 + AES-256 GCM) dan Classical Cryptography (PQC Kyber-1024 + AES-256 GCM) pada Teknologi Fiber Optik dalam Smart Grid

Bhagaskara, Farrel Danendra (Unknown)
Partiansyah, Fakhriy Hario (Unknown)
Purnomowati, Endah Budi (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara empiris perbandingan aspek performa dan keamanan antara metode Hybrid Cryptography (QKD BB84 + AES-256 GCM) dan Classical Cryptography (PQC Kyber-1024 + AES-256 GCM) pada infrastruktur smart grid berbasis serat optik. Simulasi dilakukan menggunakan empat lapisan: Physical Layer (NetSquid), Cryptographic Layer (NetSquid + liboqs), Network Layer (NS-3), dan Application Layer dengan variasi jarak 10–100 km. Hasil menunjukkan bahwa PQC Kyber-1024 unggul dalam aspek performa: latency GOOSE berkisar 0,33–0,78 ms (jauh di bawah syarat IEC 61850 sebesar 4 ms), throughput stabil 495–505 kbps, dan crypto overhead konstan 276 µs tanpa bergantung pada jarak. Sebaliknya, QKD BB84 unggul dalam aspek keamanan fundamental: mampu mendeteksi serangan eavesdropping secara inheren melalui kenaikan QBER hingga ~27–29% (melampaui ambang 11%), sedangkan PQC tidak dapat mendeteksi eavesdropping pasif secara mandiri. Keduanya berhasil mendeteksi serangan MITM melalui mekanisme yang berbeda. Kesimpulan: PQC dan QKD bersifat komplementer—PQC lebih unggul untuk implementasi jarak jauh dan performa tinggi, sedangkan QKD lebih unggul untuk jaminan keamanan informasi-teoritis pada jarak pendek. Kata Kunci – QKD BB84; PQC Kyber-1024; AES-256 GCM; Smart Grid; Fiber Optik; Hybrid Cryptography; PostQuantum Cryptography; IEC 61850

Copyrights © 2026