Jurnal Pendidikan Sejarah
Vol. 15 No. 2 (2026): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 15, Nomor 2, Tahun 2026

Pendidikan di Sulawesi Selatan pada Awal Masa Kemerdekaan: Dinamika dan Tantangan (1945-1950)

Muh. Akbar (Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Manado, Jl. Raya Kampus Unima di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, 95618, Indonesia.)
Bahri Bahri (Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar, Jl. A.P Pettarani No.1, Makassar, Sulawesi Selatan, 90222, Indonesia.)
Rufer Firma Harianja (Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Manado, Jl. Raya Kampus Unima di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, 95618, Indonesia.)
Amri Amri (Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km. 9. Kota Palu, Sulawesi Tengah, 94118, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2026

Abstract

Pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan masih dalam keadaan yang sulit. Bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan banyak mengalami kesulitan dimana banyak terjadi perubahan-perubahan yang tidak hanya terjadi dalam bidang pemerintahan saja tetapi juga dalam bidang pendidikan. Pendidikan nasional bertujuan untuk menciptakan warga negara yang sosial, demokratis, dan bertanggung jawab dan siap sedia menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pendidikan di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, keadaan tenaga pendidik di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, dan kurikulum dan metode pengajaran di Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan, serta jenjang pendidikan. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan di masa awal kemerdekaan tetap mampu melahirkan fondasi pendidikan yang inklusif berkat komitmen kolektif antara negara dan masyarakat, tenaga pendidik di Sulawesi Selatan awal kemerdekaan yang terhambat kompetensi pascakolonial, adaptasi kurikulum, dan keterbatasan ekonomi berhasil diakomodasi melalui sinergi kebijakan pemerintah dan swadaya masyarakat, kurikulum dan pengajaran di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan beralih ke pendekatan nasionalis partisipatif berbasis kearifan lokal, yang implementasinya ditopang oleh swadaya masyarakat akibat keterbatasan materi ajar, serta konsolidasi pendidikan di Sulawesi Selatan pada awal kemerdekaan berhasil mengatasi kendala geografis dan infrastruktur melalui sinergi sekolah formal, lembaga keagamaan, serta gerakan pemberantasan buta huruf berbasis komunitas. Hal ini mengimplikasikan perlunya penguatan basis sejarah dalam kebijakan Pendidikan saat ini, agar dapat memperkaya perspektif tentang bagaimana Pendidikan di Sulawesi Selatan telah berevolusi dari masa Kolonial menuju pembentukan identitas nasional yang lebih kuat.

Copyrights © 2026