Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Arung Tonra Andi Palantei, 1905-1950 Akbar, Muh; Amirullah, Amirullah; Bahri, Bahri
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan bagaimana latar belakang pengangkatan Andi Palantei sebagai Arung Tonra dan bagaimana Tonra pada masa pemerintahan Andi Palantei serta mengetahui bagaimana kebijakan pemerintahan Andi Palantei. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan kerja yaitu melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Tonra Kabupaten  Bone pernah terdapat pemerintahan Arung. Dalam perkembangannya pemerintahan Arung mendapat pengaruh dari  Kerajaan Bone, pengangkatan Andi Palantei Sebagai Arung dilakukan secara simbolik. selain itu juga ditemukan beberapa hal terkait dengan keadaan Tonra pada masa pemerintahan Andi Palantei Serta kebijakan pemerintahan Andi Palantei. Berdasarkan hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa, Arung Tonra Andi Palantei diangkat menjadi Arung pada saat peristiwa Rumpa’na Bone tahun 1905 dan Andi Palantei pada masa pemesintahannya mengeluarkan beberapa kebijakan.
Kearifan Lokal Sholat Waktu Telu Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat I Ketut Arya Sentana Mahartha; Muh Akbar; Sudrajat Sudrajat
PATTINGALLOANG Vol. 9, No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i1.29939

Abstract

Suku Sasak merupakan penduduk yang menghuni pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pulau Lombok  ditinggali  oleh  masyarakat Sasak yang  sekitar  80 % beragama Islam, 15  %  Hindu  (sebagian  besar  dulunya  berasal  dari  Bali),  sisanya  pemeluk  agama  lain  dari berbagai  etnis  selain  tersebut  di  atas. Komposisi  ini  terjadi  setelah  perjalanan  agama-agama dalam  lintasan  sejarah  timbul  dan  tenggelam,  Hindu-Budha  dan kemudian  Islam. Beberapa  kerajaan  pernah  eksis  di Bumi Sasak, namun  sejarah  kerajaan-kerajaan  itu  adalah  sejarah  konflik,  intrik  politik  dan berujung  pada pendudukan  oleh kekuatan-kekuatan  luar,  mulai  dari  Majapahit,  Makassar/Gowa,  Karangasem,  Belanda  dan Jepang.  Bauran  faktor  kesejarahan  inilah  yang  kelak  menjadi  salah  satu  pembentuk  kekhasan identitas orang Sasak. Pengalaman getir penjajahan/penaklukan   berulang-ulang dialami Suku Sasak. Pada saat ini masih terdapat kearifan lokal yang merupakan akulturasi dari berbagai kebudayaan yang pernah berbaur di masyarakat Suku Sasak terkait dengan sejarahnya. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, dengan menganalisis sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan gambaran terkait kearifan lokal Suku Sasak di Lombok Kata kunci : Kearifan Lokal, Suku Sasak, Akulturasi. AbstractThe Sasak tribe is a resident who inhabits the island of Lombok, West Nusa Tenggara. The island of Lombok is inhabited by the Sasak community, about 80% of whom are Muslim, 15% are Hindu (most of whom used to come from Bali), the rest are adherents of other religions from the various ethnic groups mentioned above. The material that occurs after the journey of religions in the trajectory of the journey of arising and sinking, Hindu-Buddhist and then Islam. Several kingdoms existed in Sasak Earth, but the history of these kingdoms is a history of conflict, political intrigue and outside occupation by forces, ranging from Majapahit, Makassar/Gowa, Karangasem, the Netherlands and Japan. This mix of historical factors will later become one of the forms of the distinctive identity of the Sasak people. The experience of getting repeated visits/conquests experienced by the Sasak Tribe. At this time there is still local wisdom which is the acculturation of various cultures that have mingled in the Sasak community related to its history. This study uses a qualitative method, by analyzing the sources of. Point of this research is describe about information arround local genius from Sasak tribe. Key word : Local Genius, Sasak Tribe, Aculturation.
Tan Malaka dan Gagasan Kemerdekaan dalam Masa Pergerakan Nasional Akbar, Muh; Bahri, Bahri; Nurfadillah, Sabda
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 6 No 2 (2025): Lani: Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol6iss2page91-101

Abstract

Abstrak: Artikel ini mengkaji secara mendalam pemikiran dan peran Tan Malaka dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa pergerakan nasional. Sebagai seorang revolusioner, intelektual kiri, dan nasionalis radikal, Tan Malaka menolak kompromi terhadap kolonialisme serta menentang sistem kapitalisme yang dianggapnya sebagai sumber ketimpangan sosial dan penindasan. Ia menegaskan pentingnya kesadaran kelas, pendidikan politik, dan pembentukan organisasi massa sebagai instrumen strategis untuk mencapai kemerdekaan sejati rakyat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historiografi kritis dan kerangka teori materialisme historis untuk menelaah karya-karya utamanya, terutama Menuju Republik Indonesia dan Madilog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Tan Malaka tidak hanya memberikan arah ideologis bagi gerakan nasional, tetapi juga memengaruhi diskursus politik dan intelektual Indonesia di masa berikutnya. Meskipun perannya sering dimarginalkan dalam narasi sejarah resmi, gagasan-gagasannya tetap relevan dalam konteks politik, pendidikan, dan kesadaran sosial kontemporer. Artikel ini menegaskan bahwa pemikiran Tan Malaka merupakan warisan intelektual penting yang perlu direvitalisasi dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang kritis, mandiri, egaliter, dan berkeadilan sosial. Kata Kunci: Tan Malaka, Pergerakan Nasional, Kemerdekaan, Madilog, Republik Indonesia Abstrack: This article provides an in-depth examination of Tan Malaka's thoughts and role in Indonesia's struggle for independence during the national movement period. As a revolutionary, leftist intellectual, and radical nationalist, Tan Malaka rejected compromise with colonialism and opposed the capitalist system, which he considered a source of social inequality and oppression. He emphasized the importance of class consciousness, political education, and the formation of mass organizations as strategic instruments to achieve true independence for the Indonesian people. This study employs a qualitative method with a critical historiographical approach and a historical materialism theoretical framework to analyze his major works, particularly "Towards the Republic of Indonesia" and "Madilog.". Research results indicate that Tan Malaka's thinking not only provided ideological direction for the national movement but also influenced Indonesia's political and intellectual discourse in subsequent times. Although his role is often marginalized in official historical narratives, his ideas remain relevant in the context of contemporary politics, education, and social awareness. This article asserts that Tan Malaka's thought constitutes an important intellectual legacy that needs to be revitalized in efforts to build an Indonesian society that is critical, independent, egalitarian, and socially just. Keywords: Tan Malaka, National Movement, Independence, Madilog, Republic of Indonesia
The Revolt of the Crew of De Zeven Provincien and the Activities of the National Movement of 1930-1933 Akbar, Muh; Aman, Aman
Diakronika Vol 23 No 2 (2023): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol23-iss2/258

Abstract

World history records that at the end of 1920, the global community was hit by a very dramatic economic depression, which resulted in protests by the people as a result of cuts in the wages of civil servants in all circles, both Dutch and Indigenous nationalities, by 17%, wage cuts were part of the efforts government to reduce the gap between government revenues and spending when the economic depression has caused government revenues in an emergency. The relationship between the rebellion of the Crew of De Zeven Provincien and the activities of the national movement during the reign of Governor-General Jhr. B.C. De Jonge. After the uprising immediately, the Dutch East Indies government, under the leadership of Governor-General Jhr. B.C. De Jonge carried out reactionary and violent politics against the activities of the national movement. Movement organizations were increasingly under pressure from the colonial government, and some radical and revolutionary movement figures were even arrested. The research method used is the historical method, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, and this research uses library research where the researcher examines several sources related to this research. Thus, it can be concluded that in the De Zeven Provincien Crew Mutiny in 1933, Governor General Jhr. B.C. De Jonge put more pressure on the national movement organization in Indonesia.
Perang Aceh 1873–1912: Dari Pengkhianatan Perjanjian Sumatera hingga Lahirnya Semangat Perang Sabil Bahri, Bahri; Muh. Akbar; Fadli, Fadli
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.13095

Abstract

Perang Aceh (1873–1912) merupakan salah satu konflik kolonial terpanjang dalam sejarah Indonesia yang berakar pada pengkhianatan Belanda terhadap Perjanjian Sumatera 1871. Pelanggaran perjanjian tersebut memicu reaksi keras dari Kesultanan Aceh yang menafsirkan tindakan Belanda sebagai deklarasi perang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang politik dan keagamaan perang, peran ulama dalam mobilisasi rakyat melalui ideologi perang sabil, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari literatur primer dan sekunder berupa buku, karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Aceh bukan semata-mata perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, melainkan juga manifestasi dari keyakinan agama Islam yang telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Aceh. Ulama memainkan peran sentral dalam menyatukan rakyat melalui dakwah jihad, karya sastra religius, dan seruan. Hikayat Perang Sabil menjadi instrumen ideologis yang menumbuhkan semangat kolektif untuk mempertahankan tanah air dan iman. Secara sosial-ekonomi, perang berkepanjangan ini menimbulkan runtuhnya perekonomian, menurunnya kesejahteraan, serta disintegrasi struktur pemerintahan tradisional. Lahirnya keteguhan moral dan spiritual yang menjadikan Islam sebagai kekuatan pemersatu. Dengan demikian, Perang Aceh dapat dimaknai sebagai bentuk jihad sosial dan politik masyarakat Aceh dalam mempertahankan martabat, kedaulatan.
Relevansi Model Pembelajaran Radec sebagai Strategi Pembelajaran IPS Bahri, Bahri; Akbar, Muh.; Tati, Andi Dewi Riang
JEKPEND: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jekpend.v8i2.77973

Abstract

Learning in the 21st century requires educators to be able and capable of carrying out learning processes aimed at developing students' skills according to the needs of the 21st century. Skill formation can be realized in one way, namely social studies educators acting as learner centers or learning that makes students the subject of learning. In addition, social studies learning strategies through the selection of appropriate learning models also play an important role in supporting the achievement of student skill formation according to the needs of the 21st century. One of the learning models designed according to the conditions of education in Indonesia in the 21st century is the Radec learning model. This study aims to determine the relevance of the Radec learning model as a social studies learning strategy in junior high schools in the 21st century. By using qualitative methods, the author constructs a discussion of research problems, data analysis techniques using literature reviews in the form of books and reviews of relevant research articles. Based on the review of books and journals, the results of this study conclude that there is relevance of the Radec learning model as a social studies learning strategy in junior high schools in the 21st century. The Radec learning model can build students' critical thinking skills in social studies learning.
Pelatihan Penggunaan Mendeley Untuk Mendukung Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah FIS-H UNIMA Akbar, Muh.; Harianja, Rufer Firma; Masitoh, Imas Siti; Mahartha, I Ketut Arya Sentana; Marian, Boni; Nurmutmainnah, A; Melfasari, Anisha
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.77603

Abstract

Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dalam menggunakan aplikasi Mendeley untuk mendukung penulisan karya tulis ilmiah. Diharapkan dengan adanya pengabdian ini akan membantu mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum dalam proses penulisan karya tulis ilmiah dengan bantuan Mendeley. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan. Pertama Adalah persiapan, yang mencakup prosses penyusunan bahan dan mempersiapkan materi pelatihan, observasi lapangan. Tahap Kedua, Menyusun proposal dan pelaksanaan pengabdian. Ketiga, pelatihan penggunaan Mendeley. Peserta membuat artikel ilmiah dengan menggunakan Mendeley dengan baik dan tepat, sehingga kegiatan pengabdian ini dikatakan berhasil.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah Lokal pada Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM Bahri, Bahri; Muh. Akbar; Ahmad Subair; Asmunandar; Rusmala Dewi Kabubu
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.14240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran Sejarah Lokal pada Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada mahasiswa angkatan 2023, data dikumpulkan melalui observasi perkuliahan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan Project Based Learning dilakukan melalui penentuan pertanyaan esensial, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian autentik, dan refleksi. Pelaksanaan memadukan penyampaian materi, pemanfaatan teknologi, serta proyek video dokumenter dan pameran virtual. Project Based Learning meningkatkan keaktifan, motivasi, literasi sejarah, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, namun menghadapi kendala alokasi waktu, kebutuhan sumber daya, kesiapan pelaksana, dan ketimpangan kontribusi kelompok. Project Based Learning efektif menciptakan pembelajaran sejarah lokal lebih kontekstual dan bermakna, tetapi memerlukan dukungan kurikuler, pendampingan, dan mekanisme asesmen yang adil agar berkelanjutan.
Dinamika Pendidikan di Indonesia Pada Masa Orde Lama Andi Dewi Riang Tati; Bahri Bahri; Muh. Akbar
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i2.39137

Abstract

This study aims to map the evolution of national education policy, analyze the factors that influenced the dynamics of education during the Old Order, the relationship between the general education system and Islamic education in state policy. A qualitative approach with a descriptive-analytical literature review method is used. The results of the study indicate that the evolution of Old Order education policy took place in three pioneering phases that formed the institutional foundation and the first national curriculum: democracy that gave birth to fundamental education regulations but were weak in implementation, and politicization that made education an ideological instrument under Guided Democracy. Cabinet instability, ideological struggles between nationalist, Islamic, and communist groups, and the ambiguity of Pancasila interpretation were dominant factors that shaped and distorted the direction of education policy. The relationship between general education and Islamic education was hierarchical and asymmetrical, reflected in budget inequality and discrimination in the recognition of madrasah diplomas, although there was reconciliation through the recognition of religious education in public schools. That a comprehensive and critical historical understanding of the dynamics of Old Order education is a prerequisite in formulating a more just, inclusive, and sustainable education policy for contemporary Indonesia.
THE EFFECTIVENESS OF VIRTUAL REALITY LEARNING MEDIA BASED ON CANDI KEDATON MUARA JAMBI IN ENHANCING HISTORICAL AWARENESS OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS AT SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU: Efektivitas Media Pembelajaran Virtual Reality Berbasis Candi Kedaton Muara Jambi dalam Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Rufer Firma Harianja Rufer; muh. akbar; Boni Marian
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 3 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i3.8152

Abstract

History learning in Indonesian senior high schools faces a paradox in which the curriculum mandates the formation of historical awareness while classroom practice still relies on conventional methods such as textbooks, slide presentations, and online videos. Local heritage sites that could anchor meaningful learning often remain geographically inaccessible to most students. This study addresses that gap by examining the effectiveness of a virtual reality learning medium based on Candi Kedaton Muara Jambi in enhancing the historical awareness of tenth-grade students at SMA Pangudi Luhur Sedayu. A 360-degree video integrated with virtual reality was developed using a Research and Development approach with the ADDIE model and was validated by media and content experts. The product was implemented through a quasi-experimental design involving 64 students divided into experimental and control classes of 32 students each. Historical awareness data were collected using a closed-ended questionnaire administered as pre-test and post-test, and the data were analysed using SPSS 25 with Kolmogorov-Smirnov, Levene, paired-sample t-test, and independent-sample t-test. The findings indicate that the experimental class improved from a mean of 75.83 to 84.91 while the control class moved from 74.96 to 78.53. The independent-sample t-test produced a significance value of 0.000, confirming that the virtual reality medium has a statistically significant effect on historical awareness. The novelty of this study lies in connecting students directly with a specific Hindu-Buddhist site located outside Java through immersive technology, focusing measurement on the affective construct of historical awareness, and providing strong empirical support through a rigorous quasi-experimental design.