Keberagaman bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi ancaman kepunahan akibat menurunnya jumlah penutur aktif dan minimnya kegiatan dokumentasi. Sebagai upaya pelestarian, telah dilaksanakan pelatihan dan praktik lapangan tentang dokumentasi bahasa yang berfokus pada bahasa Helong dengan tiga dialek utama, yaitu Pulau, Bolok, dan Funai. Program ini bertujuan membekali peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan praktisi bahasa dengan keterampilan merekam, mentranskripsi, menganotasi, dan mengarsipkan data kebahasaan. Melalui pelatihan kelas dan praktik lapangan, kegiatan ini menghasilkan data berupa rekaman audio, transkripsi, terjemahan, serta anotasi morfemis menggunakan perangkat lunak SayMore, ELAN, dan FLEx. Materi yang terdokumentasi mencakup topik budaya seperti adat perkawinan, mata pencaharian, dan cerita rakyat. Hasil refleksi peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini relevan, aplikatif, dan meningkatkan kompetensi teknis serta kesadaran akan pentingnya dokumentasi bahasa. Kegiatan ini berkontribusi pada revitalisasi bahasa daerah dan dapat dijadikan model pelestarian berkelanjutan di Indonesia
Copyrights © 2026