Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai edukatif dan berperan penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak dari interaksi langsung menjadi aktivitas berbasis layar yang cenderung individualistik, sehingga berpotensi menurunkan kemampuan interaksi sosial, empati, dan regulasi emosi anak. Kajian yang secara khusus mengaitkan permainan tradisional dengan kesejahteraan sosial-emosional anak dalam konteks era digital masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional dalam meningkatkan kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional berperan signifikan dalam mengembangkan keterampilan sosial melalui interaksi langsung, kerja sama, serta internalisasi nilai-nilai sosial. Selain itu, permainan tradisional juga mendukung perkembangan regulasi emosi, empati, dan kemampuan komunikasi anak. Temuan ini sejalan dengan teori perkembangan sosial dan kognitif yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses perkembangan anak. Dengan demikian, permainan tradisional dapat menjadi alternatif strategis dalam mendukung kesejahteraan sosial-emosional anak usia dini di tengah tantangan era digital.
Copyrights © 2026