Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi sistem pelayanan bandar udara dari proses manual menuju sistem berbasis digital yang lebih efektif dan efisien. Di UPBU Kelas 1 Utama Juwata, pencatatan Aviobridge Utilization Services masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas sehingga menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan distribusi dokumen, penumpukan arsip, dan double input. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pelaporan pada Unit Apron Movement Control (AMC), merancang konsep digitalisasi pelaporan berbasis website, serta mengetahui tingkat kelayakan rancangan tersebut. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 melalui tahapan identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan lima kendala utama, yaitu keterlambatan transmisi data selama 3-4 hari, distribusi dokumen yang tidak efisien, kesulitan penelusuran data, penumpukan arsip fisik, dan double input. Rancangan yang dihasilkan mengintegrasikan Google Sites, Google Forms, QR Code, dan Google Spreadsheets sehingga data dapat diproses secara real-time. Hasil validasi memperoleh nilai 91,11% dari ahli materi dan 80% dari ahli media, dengan rata-rata 85,55% yang termasuk kategori Sangat Layak. Rancangan ini dinyatakan layak direkomendasikan sebagai alternatif solusi permasalahan pencatatan manual pada proses pelaporan penggunaan aviobridge di UPBU Kelas 1 Utama Juwata.
Copyrights © 2026