Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN SAFETY AND SECURITY AWARENESS BAGI MASYARAKAT DI SEKITAR BANDAR UDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU PADANG Dwi Afriyanto; Agustono Agustono; Agoes Soebagio; Elfi Amir; Ika Endrawijaya; Hemi Pamuraharjo; Wahyudono Wahyudono; Ayu Kumala P
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37422

Abstract

Kesadaran akan keselamatan dan keamanan di sekitar Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang yang masih rendah berpotensi menimbulkan risiko insiden dan pelanggaran keamanan yang dapat membahayakan penumpang, karyawan, dan fasilitas bandara. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui pelatihan Safety and Security Awareness yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang bahaya layang-layang, drone, dan laser serta keamanan siber dan ancaman bom, yang disampaikan melalui serangkaian sesi presentasi, diskusi, dan demonstrasi praktis guna memastikan pemahaman yang mendalam oleh peserta. Dengan pelatihan ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman akan protokol keselamatan dan keamanan penerbangan akan meningkat secara signifikan, sehingga mampu mengurangi risiko insiden dan melindungi fasilitas bandara. Dengan demikian, tingkat keamanan dan kelancaran operasional di Bandara Internasional Minangkabau Padang dapat ditingkatkan, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjamin bagi penumpang, karyawan, dan masyarakat umum.
Rancangan Digitalisasi Aviobridge Utilization Services Berbasis Website di UPBU Kelas 1 Utama Juwata Muhammad Nazhyf Bintang Alamsyah; Agoes Soebagio; Ichyu Machmiyana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8917

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi sistem pelayanan bandar udara dari proses manual menuju sistem berbasis digital yang lebih efektif dan efisien. Di UPBU Kelas 1 Utama Juwata, pencatatan Aviobridge Utilization Services masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas sehingga menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan distribusi dokumen, penumpukan arsip, dan double input. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pelaporan pada Unit Apron Movement Control (AMC), merancang konsep digitalisasi pelaporan berbasis website, serta mengetahui tingkat kelayakan rancangan tersebut. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 melalui tahapan identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Hasil penelitian menunjukkan lima kendala utama, yaitu keterlambatan transmisi data selama 3-4 hari, distribusi dokumen yang tidak efisien, kesulitan penelusuran data, penumpukan arsip fisik, dan double input. Rancangan yang dihasilkan mengintegrasikan Google Sites, Google Forms, QR Code, dan Google Spreadsheets sehingga data dapat diproses secara real-time. Hasil validasi memperoleh nilai 91,11% dari ahli materi dan 80% dari ahli media, dengan rata-rata 85,55% yang termasuk kategori Sangat Layak. Rancangan ini dinyatakan layak direkomendasikan sebagai alternatif solusi permasalahan pencatatan manual pada proses pelaporan penggunaan aviobridge di UPBU Kelas 1 Utama Juwata.
Analisis Kepatuhan Operasional Ground Support Equipment (GSE) pada Service Road Bandar Udara Internasional Juanda – Surabaya Fachri Tri Fachriza; Agoes Soebagio; Elfi Amir
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8926

Abstract

Perkembangan industri penerbangan menuntut sistem operasional sisi udara yang aman, tertib, dan efisien, termasuk dalam pengoperasian Ground Support Equipment (GSE) pada area service road. Tingginya mobilitas kendaraan GSE di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya menjadikan kepatuhan personel terhadap prosedur keselamatan sebagai faktor kritis dalam mencegah hazard operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pelanggaran operasional GSE pada area service road serta pengendalian hazard dalam mendukung keselamatan penerbangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan dua operator GSE dan tujuh personel Apron Movement Control (AMC), dokumentasi, dan laporan kejadian. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip Safety Management System (SMS) mengacu pada ICAO Doc 9859, meliputi hazard identification, safety risk assessment, dan safety risk control. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 temuan pelanggaran yang terdiri atas: bagasi/cargo terjatuh dari BTT/BCT (13 temuan, indeks risiko 5D), kecepatan kendaraan di atas rata-rata (7 temuan, 4C), parkir GSE tidak pada tempatnya (6 temuan, 4D), pengangkutan personel berlebih (5 temuan, 4C), dan penggunaan telepon genggam saat berkendara (4 temuan, 3C). Seluruh temuan berada pada kategori yang memerlukan pengendalian atau mitigasi. Penelitian menyimpulkan bahwa kepatuhan operasional GSE di area service road Juanda masih perlu ditingkatkan melalui pengawasan AMC yang lebih intensif, pengamanan muatan, penertiban parkir, penegakan aturan, peningkatan safety awareness, dan pemanfaatan kamera pengawas.
OPTIMALISASI RUANG PUBLIK GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA Nadia Shifa Azzahra; Agoes Soebagio; Lina Rosmayanti
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v11i1.298

Abstract

This research aims to optimize the utilization of the landside area at Yogyakarta International Airport as a commercial space, to increase non-aeronautical revenue by organizing events. This research employs a qualitative approach with descriptive methods, utilizing data collection techniques that include field observations, interviews, and documentation, which are validated through source triangulation. The results of the analysis show that the location of Tugu Malioboro, which is the land area of Yogyakarta International Airport, has great potential to be developed as an interactive and productive zone, but its utilization is still limited due to rent constraints and a lack of collaborative marketing strategies. Through the Value Proposition Canvas approach, it was found that organizing events with the support of MSMEs, local governments, and sponsors was able to create added value for service users and local businesses, while strengthening the airport's image as a center of economic and cultural activities. This strategy contributes to increasing non-aeronautical revenue and strengthening the airport's socio-economic functions.
Analisis Kebutuhan Taxiway Guidance Light dalam Mendukung Keselamatan Penerbangan pada Kondisi Low Visibility M Candra Tribuana Yuliansyah; Agoes Soebagio; Elfi Amir
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8872

Abstract

Dalam kegiatan operasional sisi udara bandar udara, unit Apron Movement Control (AMC) berperan penting dalam memastikan kelancaran dan keselamatan pergerakan pesawat di area apron dan taxiway. Berdasarkan kondisi eksisting di BLU Kantor UPBU Kelas I Utama Juwata, fasilitas Taxiway Guidance Light belum tersedia sehingga pergerakan pesawat hanya mengandalkan marka, instruksi ATC, dan Follow Me Car. Ketiadaan fasilitas tersebut menyebabkan panduan visual bagi pilot selama taxiing menjadi sangat terbatas pada kondisi low visibility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi operasional taxiing pesawat pada saat low visibility, mengidentifikasi risiko yang timbul akibat belum tersedianya Taxiway Guidance Light, serta menganalisis kebutuhan pemasangannya dalam mendukung keselamatan penerbangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi teknis, dan wawancara mendalam terhadap personel operasional terkait. Analisis risiko keselamatan (Safety Risk Assessment) dilakukan dengan mengacu pada matriks toleransi risiko ICAO Document 9859. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional taxiing tanpa pemanduan visual elektronik pada kondisi low visibility menghasilkan tingkat risiko pada zona Tolerable (dapat ditoleransi dengan mitigasi tambahan). Ketergantungan pada Follow Me Car dinilai kurang efisien dan berpotensi meningkatkan beban kerja petugas serta durasi taxi time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengadaan instalasi Taxiway Guidance Light merupakan langkah tepat dalam mendukung keselamatan operasional di sisi udara. Meskipun terdapat kendala terkait tingginya biaya investasi dan potensi gangguan operasional saat instalasi, hal tersebut dapat dimitigasi melalui penganggaran bertahap dan pengerjaan di luar jam operasi penerbangan, guna mencapai tingkat keselamatan operasi penerbangan yang acceptable.