Rendahnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal dan pembelajaran Pendidikan Pancasila yang masih berorientasi pada aspek kognitif menjadi permasalahan di SMA Negeri 1 Jalancagak. Penelitian ini dilakukan karena kesenian Toleat sebagai kearifan lokal Kabupaten Subang memiliki nilai-nilai yang berpotensi memperkuat civic engagement. Penelitian bertujuan menganalisis nilai-nilai dalam kesenian Toleat, mendeskripsikan pola pengintegrasiannya dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya pengintegrasiannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnopedagogi karena mampu mengungkap makna budaya lokal secara mendalam. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, tanggung jawab, musyawarah, dan kepedulian diintegrasikan melalui pendekatan etnopedagogi dengan model Project Based Learning, metode diskusi, presentasi, role play, media berbasis budaya, serta penilaian proyek dan observasi sikap. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi kesenian Toleat menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan mendukung penguatan civic engagement. Penelitian selanjutnya disarankan menguji penerapannya pada jenjang pendidikan dan budaya lokal yang berbeda.
Copyrights © 2026