Studi ini mencoba melihat bagaimana Earning per Share (EPS) dan kemampuan perusahaan membayar utang (solvabilitas) berdampak pada imbal hasil saham. Di sini, volatilitas pasar juga dilihat perannya dalam memengaruhi hubungan tersebut. Fokusnya adalah di perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2022 sampai 2024. Kenapa ini penting? Karena harga saham di sektor konsumsi, terutama makanan dan minuman, seringkali naik turun. Ini dipengaruhi sama kinerja keuangan perusahaan dan juga kondisi pasar yang berubah-ubah setelah pandemi COVID-19. Buat penelitian ini, kita pakai cara kuantitatif, dengan data-data dari laporan keuangan tahunan dan harga saham yang sudah dipublikasikan BEI. Ada 15 perusahaan yang dipilih khusus buat jadi sampel. Analisis datanya gunakan analisis regresi linier berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA) menggunakan software SPSS versi 26. Hasilnya, EPS ternyata punya pengaruh positif yang lumayan kuat ke imbal hasil saham, tapi solvabilitas malah berpengaruh negatif. Menariknya, volatilitas pasar ternyata bikin hubungan EPS sama imbal hasil saham jadi agak lemah, tapi malah bikin hubungan solvabilitas sama imbal hasil saham jadi makin kuat. Jadi, kesimpulannya, investor perlu banget perhatikan seberapa bergejolaknya pasar saat mau investasi di sektor makanan dan minuman.
Copyrights © 2026