Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaku usaha Tenun Ikat Sikka dalam mengadopsi Artificial Intelligence Marketing serta mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik yang didukung triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha masih bergantung pada WhatsApp sebagai platform utama pemasaran, sementara Instagram dan TikTok belum dimanfaatkan. Sebagian besar aktivitas promosi dilakukan secara tidak terjadwal, dan mayoritas pelaku usaha belum memahami konsep Artificial Intelligence. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan digital masih berada pada tahap dasar. Hambatan utama terletak pada rendahnya literasi digital dan minimnya pendampingan, bukan pada ketersediaan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi AI Marketing membutuhkan penguatan kapasitas digital yang sistematis dan berkelanjutan agar potensi budaya lokal dapat bersaing dalam ekosistem digital.
Copyrights © 2026