Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026

KULKUL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SEKAA TRUNA DI BANJAR BELULANG DESA ADAT KAPAL KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG

Made Wahyu Widya Nugraha (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar)
I Wayan Sujana (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar)
I Made Gde Puasa (Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar)



Article Info

Publish Date
26 Jul 2026

Abstract

Kulkul merupakan media komunikasi tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat Bali, khususnya di Banjar Belulang, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Selain berfungsi sebagai penyampai informasi, kulkul menjadi bagian dari sistem komunikasi adat untuk menyampaikan informasi terkait kegiatan adat, sosial, keagamaan, dan organisasi sekaa truna. Namun, perkembangan media komunikasi modern menyebabkan pemahaman generasi muda terhadap fungsi dan pola bunyi kulkul semakin beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman sekaa truna terhadap kulkul sebagai media komunikasi, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut, serta mengkaji upaya Banjar Belulang dalam melestarikan pengetahuan tentang kulkul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif interpretatif. Analisis didasarkan pada teori interaksionisme simbolik, teori komunikasi budaya, dan teori transmisi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan dipilih secara purposive, meliputi Kelihan Adat Banjar Belulang, Ketua dan anggota Sekaa Truna Truni, serta Camat Mengwi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sekaa truna memahami kulkul sebagai media komunikasi tradisional untuk menyampaikan informasi kegiatan banjar, tetapi pemahaman terhadap makna pola bunyi kulkul masih beragam; sebagian anggota memahami makna setiap pola pukulan, sedangkan sebagian lainnya hanya mengenali bunyi kulkul sebagai penanda adanya kegiatan. (2) Pemahaman tersebut dipengaruhi oleh penggunaan media sosial, pengalaman berorganisasi di banjar, serta latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang memengaruhi tingkat keterlibatan dalam kegiatan adat. (3) Banjar Belulang meningkatkan pemahaman sekaa truna melalui pembinaan dalam paruman, pelibatan aktif dalam kegiatan banjar, dan regenerasi kepengurusan oleh prajuru sebagai upaya pewarisan pengetahuan budaya agar kulkul tetap dipahami dan digunakan sebagai media komunikasi tradisional.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

cjish

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (e-ISSN: 3123-7088) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian teoritis, dan pemikiran kritis dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. Nama “Cangkal” berasal dari bahasa Banjar yang bermakna rajin, kuat, dan kokoh, yang ...