Tingginya angka kelahiran di Kabupaten Deli Serdang, khususnya di Kecamatan Tanjung Morawa, masih menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) yang disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan dan persistennya misinformasi mengenai metode kontrasepsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIKOPRI sebagai media edukasi digital guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS dalam penggunaan kontrasepsi, sehingga berpotensi menurunkan angka kelahiran di wilayah tersebut. Metode yang diterapkan adalah pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat (community-based education) melalui empat tahapan sistematis, yaitu sosialisasi program, pelatihan penggunaan aplikasi, penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, sedangkan perubahan sikap dan perilaku diobservasi secara kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan PUS mengenai jenis, manfaat, dan cara penggunaan kontrasepsi pascaintervensi. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang lebih positif, peningkatan kesediaan penggunaan alat kontrasepsi, dan meningkatnya partisipasi suami dalam program Keluarga Berencana. Optimalisasi aplikasi SIKOPRI terbukti efektif sebagai media edukasi digital dan berpotensi mendukung upaya penurunan angka kelahiran di Kecamatan Tanjung Morawa.
Copyrights © 2026