Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Panjang Badan Lahir Bayi dan Kejadian Stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara Lusiatun Lusiatun; Kismiasih Adethia; Asnita Sinaga
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.345 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.580

Abstract

 Latar Belakang: Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu stunting. Stunting pada anak menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi terhadap panjang badan lahir dan kejadian stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Secanggang, Kabupaten Langkat pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang mengalami stunting dan 30 yang tidak mengalami stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik Regresi Logistik Ganda.Hasil: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap stunting (OR=0,23; 95%CI=0,069-0,774; p=0,018), sedangkan status sosial orang tua tidak signifikan terhadap stunting dengan (OR=0,86;, 95%CI=0,378-1,989; p=0,736). Pada status gizi ibu hamil terhadap panjang badan bayi (OR=1,149; 95%CI=0,282-4,673; p=0,847) dan status sosial ekonomi terhadap panjang badan bayi dengan (OR=0,396 , 95%CI=0,116-1,349; p= 0,138).Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting, sehingga ibu hamil harus memperhatikan status gizinya selama hamil.Kata kunci: stunting, panjang badan lahir, status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi Abstract Background: Indonesia is currently still facing nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources, namely stunting. Stunting in children shows the condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition from the baby in the womb until the age of two years. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of the nutritional status of pregnant women, socioeconomic status on the birth length, and the incidence of stunting in Langkat District, North Sumatra in 2019.Method: This research was an observational analytic study with a retrospective. The sample in this study was children aged 12-59 months in the Secanggang Health Center, Langkat. The number of samples in this study was 30 children who stunting and 30 who did not stunt. The sampling technique used was purposive sampling. Statistical test for Multiple Logistic Regression.Results: There was an effect of nutritional status of pregnant women on stunting (OR = 0.23; 95% CI = 0.069-0.774; p = 0.018), while the social status of parents was not significant to stunting with (OR = 0.86; 95% CI = 0.378-1.989; p = 0.736). On the nutritional status of pregnant women for the length of the baby (OR = 1.149; 95% CI = 0.282-4.673; p = 0.847) and socioeconomic status for the length of the baby with (OR = 0.396, 95% CI = 0.116-1.349; p = 0.138).Conclusion: There is an influence of the status of nutritional pregnant women on the incidence of stunting, so pregnant women must pay attention to the nutritional status during pregnancy. Keywords: stunting, body length of birth, nutritional status of pregnant women, socioeconomic status
Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Panjang Badan Lahir Bayi dan Kejadian Stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara Lusiatun Lusiatun; Kismiasih Adethia; Asnita Sinaga
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.580

Abstract

 Latar Belakang: Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu stunting. Stunting pada anak menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi terhadap panjang badan lahir dan kejadian stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Secanggang, Kabupaten Langkat pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang mengalami stunting dan 30 yang tidak mengalami stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik Regresi Logistik Ganda.Hasil: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap stunting (OR=0,23; 95%CI=0,069-0,774; p=0,018), sedangkan status sosial orang tua tidak signifikan terhadap stunting dengan (OR=0,86;, 95%CI=0,378-1,989; p=0,736). Pada status gizi ibu hamil terhadap panjang badan bayi (OR=1,149; 95%CI=0,282-4,673; p=0,847) dan status sosial ekonomi terhadap panjang badan bayi dengan (OR=0,396 , 95%CI=0,116-1,349; p= 0,138).Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting, sehingga ibu hamil harus memperhatikan status gizinya selama hamil.Kata kunci: stunting, panjang badan lahir, status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi Abstract Background: Indonesia is currently still facing nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources, namely stunting. Stunting in children shows the condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition from the baby in the womb until the age of two years. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of the nutritional status of pregnant women, socioeconomic status on the birth length, and the incidence of stunting in Langkat District, North Sumatra in 2019.Method: This research was an observational analytic study with a retrospective. The sample in this study was children aged 12-59 months in the Secanggang Health Center, Langkat. The number of samples in this study was 30 children who stunting and 30 who did not stunt. The sampling technique used was purposive sampling. Statistical test for Multiple Logistic Regression.Results: There was an effect of nutritional status of pregnant women on stunting (OR = 0.23; 95% CI = 0.069-0.774; p = 0.018), while the social status of parents was not significant to stunting with (OR = 0.86; 95% CI = 0.378-1.989; p = 0.736). On the nutritional status of pregnant women for the length of the baby (OR = 1.149; 95% CI = 0.282-4.673; p = 0.847) and socioeconomic status for the length of the baby with (OR = 0.396, 95% CI = 0.116-1.349; p = 0.138).Conclusion: There is an influence of the status of nutritional pregnant women on the incidence of stunting, so pregnant women must pay attention to the nutritional status during pregnancy. Keywords: stunting, body length of birth, nutritional status of pregnant women, socioeconomic status
Hubungan Penatalaksanaan Antenatal Care (ANC) Dengan Komplikasi Persalinan Di Klinik Pratama Kita Kabupaten Langkat Tahun 2023 Dewi Sartika Hutabarat; Retno wahyuni; Febriana Sari; Lusiatun Lusiatun; Edi Subroto; Ade Rachmat
DIAGNOSA: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/diagnosa-widyakarya.v1i2.1226

Abstract

Antenatal care (ANC) visits are contacts between pregnant women and caregivers in terms of assessing the health and well-being of the baby as well as opportunities to obtain information and provide information to the mother and health workers. If a pregnant woman does not have a pregnancy check-up, it will not be known whether her pregnancy is going well or whether she is experiencing a high risk situation and obstetric complications which are dangerous for the life of the mother and fetus and can also cause high morbidity and mortality. The aim of this research is to determine the relationship between Antenatal Care (ANC) Management and Childbirth Complications at the Pratama Kita Clinic, Langkat Regency in 2023. This type of research uses a correlational research method with a cross sectional approach. The subjects of this study were pregnant women, totaling 49 respondents. Retrieval of data using a questionnaire on the management of antenatal care with labor complications. The analysis was carried out univariately and bivariately. The formula in this study uses the Chi Square formula. The management of antenatal care (ANC) is associated with labor complications with a p value = 0.000. The results of the study showed that there was a relationship between antenatal care (ANC) management and birth complications.
Edukasi Kepada Ibu Tentang Pengenalan dan Upaya Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (Serviks) Lusiatun Lusiatun; Imarina Tarigan
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i1.1151

Abstract

Cervical cancer is one of the most common types of cancer in women after breast cancer. Cervical cancer is the most common cause of morbidity and mortality in women throughout the world. Cervical cancer if diagnosed and treated in the early stages of the disease can be cured. So recognizing the symptoms and checking with a health professional to solve the problem is an important step. This community service aims to provide education and understanding to mothers about cervical cancer as well as efforts to detect cervical cancer early. Community service activities were carried out in Sungai Jernih Hamlet RT 10 Ladang Peris Village, Batanghari Regency. The activity was carried out using the lecture method, followed by questions and answers about cervical cancer. This activity was attended by 32 women in the RT 10 Dusun Sungai Jernih area. There was an increase in maternal knowledge between before and after being given education, namely before education from 62.5% in the poor category and 37.5% in the good category to 75% in the good category and 25% in the poor category.
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berbasis inovasi E-Leaflet untuk Mendukung Peran Serta Suami Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kampung KB Pangkalan Masyhur Medan Johor Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Mastaida Tambun; Lusiatun Lusiatun; Indra Agussamad; Sri Rezeki; Damayanti Damayanti; Adelina Sembiring
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5vjga845

Abstract

Partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih sangat rendah, termasuk di Kampung KB Pangkalan Masyhur, Medan Johor. Pada tahun 2025 jumlah pasangan usia subur (PUS) mencapai 3.262 jiwa, namun pengguna kontrasepsi pria hanya 0,8% untuk kondom dan 0,1% untuk vasektomi. Kondisi ini berdampak pada masih tingginya angka kelahiran yang berimplikasi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pria adalah kurangnya dukungan keluarga, pandangan negatif dan mitos, serta minimnya akses informasi mengenai kontrasepsi pria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberdayaan melalui lima tahap: persiapan, sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Media utama yang digunakan adalah aplikasi E-Leaflet SIKOPRI (Sistem Informasi Kontrasepsi Pria), didukung leaflet, poster, dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan kontrasepsi pria, perubahan sikap suami yang lebih positif terhadap KB pria, serta meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan ber-KB. Capaian nyata ditunjukkan dengan adanya tiga akseptor vasektomi baru dan peningkatan pengguna kondom sebanyak 15 orang dalam tiga bulan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.7 tentang kesehatan reproduksi dan poin 5 tentang kesetaraan gender. Inovasi E-Leaflet SIKOPRI terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi SIKOPRI untuk Menurunkan Angka Kelahiran pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 Mastaida Tambun; Lasriasimamora Lasriasimamora; Lusiatun Lusiatun; Sri Mulati Nenda; Rohanita Rohanita
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9e0kfe93

Abstract

Tingginya angka kelahiran di Kabupaten Deli Serdang, khususnya di Kecamatan Tanjung Morawa, masih menjadi permasalahan serius dalam bidang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) yang disebabkan oleh terbatasnya pengetahuan dan persistennya misinformasi mengenai metode kontrasepsi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi SIKOPRI sebagai media edukasi digital guna meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku PUS dalam penggunaan kontrasepsi, sehingga berpotensi menurunkan angka kelahiran di wilayah tersebut. Metode yang diterapkan adalah pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat (community-based education) melalui empat tahapan sistematis, yaitu sosialisasi program, pelatihan penggunaan aplikasi, penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, sedangkan perubahan sikap dan perilaku diobservasi secara kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan PUS mengenai jenis, manfaat, dan cara penggunaan kontrasepsi pascaintervensi. Selain itu, terjadi perubahan sikap yang lebih positif, peningkatan kesediaan penggunaan alat kontrasepsi, dan meningkatnya partisipasi suami dalam program Keluarga Berencana. Optimalisasi aplikasi SIKOPRI terbukti efektif sebagai media edukasi digital dan berpotensi mendukung upaya penurunan angka kelahiran di Kecamatan Tanjung Morawa.