Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan serius, seringkali dipicu oleh fenomena "Tiga Terlambat" yang bersumber dari rendahnya pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) mengenai faktor risiko kehamilan. Di Dusun Nayan, observasi awal menunjukkan minimnya literasi WUS tentang skor risiko kehamilan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pengetahuan dan keterampilan WUS dalam mendeteksi kehamilan berisiko secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada Maret 2026 melalui metode edukasi interaktif, ceramah, dan demonstrasi pada 27 responden. Efektivitas diukur menggunakan desain pre-test dan post-test melalui kuesioner pengetahuan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana rerata skor pre-test adalah 9,52 (kategori kurang) meningkat menjadi 16,33 (kategori cukup/baik) pada post-test. Setelah intervensi, 70% responden berada pada kategori pengetahuan baik dan tidak ada lagi responden di kategori kurang. Hal ini menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif efektif meningkatkan literasi kesehatan WUS. Edukasi berkelanjutan dan pendampingan oleh kader kesehatan sangat disarankan untuk menjaga retensi pengetahuan dan mendorong perilaku deteksi dini yang konsisten di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026