Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik agar konsep-konsep abstrak dapat dipahami secara lebih bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah etnomatematika melalui integrasi praktik budaya dan keagamaan ke dalam pembelajaran. Berbeda dengan penelitian etnomatematika yang umumnya mengkaji artefak budaya lokal, penelitian ini mengeksplorasi wadah air standar fikih (dua qullah) sebagai konteks etnomatematika untuk mengungkap konsep volume dalam praktik keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada wadah air standar fikih serta menganalisis implikasinya dalam pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap wadah air yang digunakan dalam praktik bersuci, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah air standar fikih merepresentasikan konsep-konsep matematika berupa volume, kapasitas, pengukuran, konversi satuan, rasio, serta hubungan antara bentuk geometri dan isi wadah. Wadah tersebut dapat dimodelkan ke dalam bangun ruang, terutama balok dan tabung, sehingga relevan dengan materi volume pada pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang membantu peserta didik menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika serta menyediakan alternatif konteks pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih kontekstual dan bermakna.
Copyrights © 2026