Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS pada UMKM patung gypsum di car free day Jombang: studi kualitatif Cantika Nanda Rosiviona Kajhora; Siti Munawaroh
EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Vol. 14 No. 1 (2026): Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/equilibrium.v14i1.23128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta implikasinya terhadap pendapatan UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang. Penelitian dilakukan pada tahun 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari dua pelaku UMKM, dua konsumen, dan satu informan pendukung dari sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS membantu meningkatkan kelancaran transaksi dan kenyamanan pembayaran, terutama bagi konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Dari sudut pandang pelaku usaha, QRIS dipersepsikan mampu menjaga kontinuitas transaksi dan mengurangi potensi kehilangan penjualan, khususnya pada periode Car Free Day (CFD) yang ramai. Bentuk peningkatan pendapatan tercermin dalam persepsi pelaku usaha dan tren peningkatan jumlah transaksi, meskipun belum bersifat signifikan secara kuantitatif. Selain itu, pencatatan transaksi otomatis melalui QRIS mempermudah pemantauan omzet usaha. Meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital dan gangguan jaringan internet, penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS berperan sebagai instrumen pendukung adaptasi UMKM informal terhadap transformasi digital.
Mendorong Visibilitas dan Responsivitas Layanan Usaha Mikro melalui Integrasi Google Maps dan WhatsApp Business Khotim Fadhli; Nia Aprilia Bisari; Bekti Widyaningsih; Muhyiddin Zainul Arifin; Moh. Faridl Darmawan; Siti Munawaroh; Anggun Dwi Cahyaningrum; Muhammad Syauqi Murtadlo; Muhammad Zakky Alfadani; Shoviatun Nur Aini
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v6i3.6425

Abstract

This community service program addresses the digital transformation gap between urban and rural areas that limits market reach for micro-entrepreneurs in Palrejo Village, Sumobito District, Jombang Regency. The activities focus on improving visibility, credibility, and service responsiveness by using Google Business Profile as an information showcase and WhatsApp Business as a customer communication channel. The program aims to establish complete and verified business profiles, provide product catalogs, and cultivate consistent and ethical management of digital identity. The approach employed is Participatory Action Research, with stages that include joint planning with the village government and business owners, face-to-face training, door-to-door mentoring, and monitoring of simple metrics, such as profile views, route requests, and customer conversations. The results show that ten business profiles were created and verified, most participants activated product catalogs and automated messages, and early increases in reach indicators began to appear. Local leaders emerged to support their peers, post-transaction review requests became a habitual process, and information updates were carried out more regularly. Recommendations include regular digital clinics, a minimum standard for village digital business identity, and a monthly monitoring panel to sustain behavioral change and enhance economic impact.
Studi Etnomatematika Konsep Volume Wadah Air Standar Fikih dalam Pembelajaran Matematika Kelas V SD Siti Dinarti; Faridatul Masruroh; Siti Munawaroh; Selsa Amilia Rosida
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1339

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar memerlukan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik agar konsep-konsep abstrak dapat dipahami secara lebih bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah etnomatematika melalui integrasi praktik budaya dan keagamaan ke dalam pembelajaran. Berbeda dengan penelitian etnomatematika yang umumnya mengkaji artefak budaya lokal, penelitian ini mengeksplorasi wadah air standar fikih (dua qullah) sebagai konteks etnomatematika untuk mengungkap konsep volume dalam praktik keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada wadah air standar fikih serta menganalisis implikasinya dalam pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap wadah air yang digunakan dalam praktik bersuci, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah air standar fikih merepresentasikan konsep-konsep matematika berupa volume, kapasitas, pengukuran, konversi satuan, rasio, serta hubungan antara bentuk geometri dan isi wadah. Wadah tersebut dapat dimodelkan ke dalam bangun ruang, terutama balok dan tabung, sehingga relevan dengan materi volume pada pembelajaran matematika kelas V Sekolah Dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang membantu peserta didik menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika serta menyediakan alternatif konteks pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih kontekstual dan bermakna.