Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 3 No 2 (2023)

ANALISIS PEMBENTUKAN KATA BAHASA GAUL DALAM KOLOM KOMENTAR DI AKUN @UNMAGNETISM PADA MEDIA SOSIAL X PERIODE APRIL-MEI 2025

Wizaki Addam Sepiana (Universitas Kuningan)
Ifah Hanifah (Unknown)
Aan Anjasmara (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2023

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena penggunaan bahasa gaul dalam kolom komentar di media sosial X, khususnya pada akun @unmagnetism, yang menunjukkan proses morfologis kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pembentukan kata bahasa gaul melalui afiksasi, reduplikasi, dan komposisi pada akun tersebut periode April–Mei 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi merupakan bentuk paling dominan dengan penggunaan prefiks seperti di- dan nge- pada kata diroasting, dihujat, dan ngedm. Reduplikasi ditemukan dalam bentuk pengulangan untuk penekanan emosional seperti pada kata malu-maluin, diobok-obok, dan blokir-blokir. Sementara itu, proses komposisi menghasilkan leksikal baru yang efisien seperti modus (modal dusta), sosmed (sosial media), dan jubir (juru bicara). Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa bahasa gaul di media sosial mencerminkan kreativitas linguistik dan dinamika sosial masyarakat digital yang berkembang sangat pesat. KATA KUNCI: Afiksasi; bahasa gaul; komposisi; media sosial; reduplikasi >  ANALYSIS OF THE FORMATION OF SLANG WORDS IN THE COMMENT COLUMN ON @UNMAGNETISM ACCOUNTS ON SOCIAL MEDIA X PERIOD APRIL-MAY 2025   ABSTRACT: This research is motivated by the widespread phenomenon of slang usage in social media comments on X, specifically on the @unmagnetism account, which exhibits creative morphological processes. Purpose: The objective of this study is to identify and describe the formation of slang words through affixation, reduplication, and composition on the account during the April–May 2025 period. Method: A descriptive qualitative method was employed, using observation and note-taking as data collection techniques. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. Findings: The results show that affixation is the most dominant form, utilizing prefixes such as di- and nge- in words like diroasting, dihujat, and ngedm. Reduplication was found as a form of repetition for emotional emphasis, such as in malu-maluin, diobok-obok, and blokir-blokir. Meanwhile, the composition process produced efficient new lexicals such as modus (modal dusta), sosmed (social media), and jubir (spokesperson). Conclusion: This research proves that slang on social media reflects linguistic creativity and the rapidly evolving social dynamics of the digital community. KEYWORDS: Affixation; composition; reduplication; slang; social media

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

anafora

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) ...