Film merupakan salah satu media yang merepresentasikan relasi kuasa dalam masyarakat melalui konstruksi ideologis yang disisipkan dalam narasi dan dialog. Representasi perempuan dalam film sering kali menggambarkan posisi yang tidak netral, terutama dalam masyarakat patriarkal yang dibentuk oleh norma agama, moral, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa berdasarkan posisi subjek dan objek, serta menganalisis posisi penulis dan pembaca terhadap representasi tersebut menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan narasi dalam film. Data dianalisis berdasarkan kategori posisi subjek–objek dan posisi penulis–pembaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, transkripsi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan secara dinamis, sebagai subjek yang kritis terhadap kekuasaan dan sebagai objek yang mengalami subordinasi dan kekerasan simbolik. Penulis film membentuk posisi pembaca untuk bersimpati dan bersikap kritis terhadap sistem sosial patriarkal melalui aktivasi kode budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi perempuan dalam film tidak hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga membentuk kesadaran ideologis pembaca melalui konstruksi wacana yang berpihak pada perempuan.
Copyrights © 2024