Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan Tahun Ajaran 2020/2021 Nur Azizah; Aan Anjasmara; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.29

Abstract

ABSTRAK: Menulis teks deskripsi melibatkan kecerdasan emosional dalam menuangkan ide dan menggambarkan objek. Kecerdasan emosional juga dibutuhkan sebagai daya dorong dalam diri seorang siswa untuk melibatkan emosinya dalam berekspresi. Namun saat ini banyak siswa yang tidak dapat menulis teks deskripsi dengan baik. Maka dari itu penulis ingin mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, 2) kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, dan 3) Pegaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat survei melalui studi korelasional.  Penulis mengambil populasi kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 360 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengambil 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 36 siswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pemerolehan data sebagai berikut: 1) teknik nontes, yaitu menggunakan angket dengan skala likert, 2) teknik tes, yaitu tes mengarang. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengolahan data bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 sebesar 77% yang termasuk dalam kategori baik. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh rata-rata sebesar 82,64 yang termasuk dalam kategori baik. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh nilai r = 0,36 yang tergolong dalam kategori rendah dengan kontribusi 12,96%. KATA KUNCI: kecerdasan emosional; kemampuan menulis; teks deskripsi. >  THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE TOWARDS THE CAPABILITY OF WRITING DESCRIPTIVE TEXT OF SEVENTH GRADE STUDENTS IN JHS 2 KUNINGAN ACADEMIC YEAR 2020/2021   ABSTRACT: Writing descriptive text involves the emotional intelligence in expressing idea an describing object. Emotional intelligence is needed as a thrust in a student to involue his or her expresed emotions. But at this moment, there are many student who are not capable of writing descriptive text very well. Therefore, the writer wants to know the influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive. This research aims to know: 1) The emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 2) The capality of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 3) The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021. The research method that use is quantitative survey though correlational studies. The writer takes the population of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 with 360 students. The research sample is 10% of the population and it is 36 students. In this research, the writer used dara acquisition technique as follows: 1) non-tes technique, is using a quetionnaire with a likert scale, 2) test technique, is a composing text. The results obtained from the data processing are the emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 is 77% in a good category. The capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 obtains the average og 82,64 in a good category. The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 achieves r = 0,36 with a low category and the contribution is 12,19%. KEYWORDS: descriptive text; emotional intellegence; the capability of writing
ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF SARA MILLS DALAM KUMPULAN CERPEN AAR PULE KARYA OKA RUSMINI Nurhamidah; Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i1.46

Abstract

ABSTRAK: Rumusan Masalah dalam penelitian ini diantaranya: 1) Bagaimana posisi subjek-objek dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini dalam kajian analisis wacana kritis Sara Mills?; 2) Bagaimana posisi pembaca dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini dalam kajian analisis wacana kritis Sara Mills?; Tujuan Penelitian: 1) Untuk mengetahui posisi subjek-objek dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini dalam kajian analisis wacana kritis Sara Mills; 2) Untuk Untuk mengetahui posisi pembaca dalam kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini dalam kajian analisis wacana kritis Sara Mills. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan studi pustaka. Objek penelitian ini yaitu kumpulan cerpen Akar Pule karya Oka Rusmini yang berjumlah sepuluh cerita pendek. Simpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, 1) posisi subjek melihat sebagai pihak menceritakan memiliki tolak ukur dari sudut pandang penceritaannya bertumpu pada dirinya. Memenuhi empat kriteria posisi subjek menurut Sara Mills, yakni: mampu mendefinisikan dirinya sendiri, menceritakan peristiwa, menceritakan realitas, dan menceritakan tokoh lain dalam cerpen berdasarkan sudut pandangnya sendiri. 2) Oka Rusmini sebagai penulis menempatkan tokoh utama perempuan yaitu Pudak, Biang Regina, Sipleg, seorang perempuan, Dayu Cenana, Grubug, Bunga, Saring diposisi objek. Posisi objek menjelaskan bahwa jati diri peempuan sekalipun sebagai subjek tidak terlepas sebagai yag diceritakan. Kemudian kehadiran aktor melihat gagasannya memiliki kesempatan untuk menampilkan dirinya sendiri atau ditampilkan oleh orang lain. 3) posisi pembaca dapat dilihat dengan penyapaan langsung dan penyapaan tidak langsung yang digunakan oleh pengarang, sehingga dalam hal ini dapat melihat bagaimana pembaca memposisikan dirinya dalam teks yang ditampilkan. Maka dari itu, keseluruhan jalainan teks yang diuraikan pengarang dapat mengidentifikasi posisi penulis selaku peneliti memposisikan dirinya sebagai perempuan. Dalam kumpulan cerita pendek Akar Pule dikisahkan dengan sudut pandang orang ketiga tahu segalanya yang menceritakan kehidupan tokoh perempuan. Maka pembaca akan mengidentifikasi atau mensejajarkan karakter tokoh yang mendapat banyak perlakuan kekerasan dan ketidakadilan namun tetap kuat dan tegar, secara tidak sadar menempatkan pembaca pada karakter tokoh perempuan dan turut merasakan kesedihan-kesedihan yang dialaminya. KATA KUNCI: analisis wacana kritis, sara mills, cerpen akar pule karya Oka Rusmini COMPARISON OF THE ABILITY TO LISTENING TO FAIRY TALES WITH HAND PUPPET MEDIA AND IMAGE MEDIA IN CHILDREN EARLY AGE ABSTRACT: The formulation of the problems in this study include: 1) What is the position of the subject-object in the short story collection Akar Pule by Oka Rusmini in Sara Mills' critical discourse analysis study?; 2) What is the position of the reader in the collection of short stories Akar Pule by Oka Rusmini in Sara Mills' critical discourse analysis study?; Research Objectives: 1) To determine the position of the subject-object in the collection of short stories Akar Pule by Oka Rusmini in the study of critical discourse analysis by Sara Mills; 2) To find out the position of the reader in the collection of short stories Akar Pule by Oka Rusmini in Sara Mills' critical discourse analysis study. The research method used is descriptive qualitative method. The research technique used is the technique of documentation and literature study. The object of this research is a collection of ten short stories by Oka Rusmini Akar Pule. The conclusions in this study are as follows, 1) the position of the subject sees as the party telling the story has a benchmark from the point of view of the story that rests on him. Fulfilling the four criteria for subject position according to Sara Mills, namely: being able to define himself, telling events, telling reality, and telling other characters in short stories based on his own point of view. 2) Oka Rusmini as a writer places the main female characters namely Pudak, Biang Regina, Sipleg, a woman, Dayu Cenana, Grubug, Bunga, Saring in the object position. The position of the object explains that a woman's identity, even as a subject, cannot be separated from what is told. Then the presence of the actor sees his ideas have the opportunity to present himself or be displayed by others. 3) the position of the reader can be seen by the direct greeting and indirect greeting used by the author, so that in this case one can see how the reader positions himself in the text displayed. Therefore, the overall structure of the text described by the author can identify the position of the author as a researcher to position himself as a woman. In a collection of short stories, Akar Pule is told from a third-person, know-it-all point of view, which tells the story of the life of a female character. Then the reader will identify or align the characters who have received a lot of violence and injustice but are still strong and tough, unconsciously placing the reader in the shoes of female characters and sharing the sorrows they experience. KEYWORDS: critical discourse analysis, sara mills, short akar pule by Oka Rusmini
Teknik Wacana Persuasif dan Gaya Bahasa pada Live Streaming Produk Kecantikan Skintific di Akun Tiktok @skintific_id Periode 2025 Astri Apriliani; Ifah Hanifah; figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.218

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penggunaan teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific sebagai salah satu cara dalam mempengaruhi dan menarik perhatian konsumen di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Rumusan masalah 1) Bagaimana teknik persuasif yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 2) Bagaimana gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 3) Bagaimana kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan teknik persuasif dan gaya bahasa serta untuk mendeksrikpsikan kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jika Skintific lebih cenderung menggunakan teknik rasionalisasi dan teknik sugesti. Sementara itu, ditemukan pula gaya bahasa yang paling dominan seperti gaya bahasa paralelisme, hiperbola, tautotes dan epizeukis. Adanya keterkaitan erat antara teknik persuasif yang didukung gaya bahasa ini menunjukkan jika keduanya memiliki peran yang penting untuk menciptakan efek retorika yang kuat dalam menarik perhatian konsumen. KATA KUNCI: Gaya bahasa; live streaming; Skintific; teknik persuasif; TikTok; wacana persuasif.     PERSUASIVE DISCOURSE TECHNIQUES AND LANGUAGE STYLES ON LIVE STREAMING OF SKINTIFIC BEAUTY PRODUCTS ON TikTok ACCOUNT @SKINTIFIC_ID PERIOD 2025 ABSTRACT: This research is motivated by the use of persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products as one way to influence and attract consumer attention on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period. Problem formulation 1) How are the persuasive techniques used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 2) How is the language style used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 3) What is the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? The purpose of this study is to describe persuasive techniques and language styles and to describe the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the period 2025. The research method used in this study is qualitative descriptive. The results of the study show that Skintific tends to use rationalization techniques and suggestion techniques. Meanwhile, the most dominant language styles were also found, such as parallelism, hyperbole, tautotes and epizeukis. The close relationship between persuasive techniques supported by this language style shows that both have an important role in creating a strong rhetorical effect in attracting consumer attention. KEYWORDS: Style of language; live streaming; Skintific; persuasive techniques; TikTok; persuasive discourse.
IKON, INDEKS, DAN SIMBOL DALAM IKLAN SIRUP MARJAN TAHUN 2020-2024 (ANALISIS SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE) Delia Noviani; Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.223

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ikon, indeks, dan simbol dalam iklan Sirup Marjan Tahun 2020-2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika dari Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, data primer yang diambil berupa cuplikan video iklan dari objek yang diteliti, sedangkan data sekunder yang diambil berupa teori yang mendukung data primer yang diambil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan ini menggunakan ikon untuk merepresentasikan produk secara langsung seperti visual botol sirup yang menyerupai bentuk nyata, indeks untuk menandakan suasana kebersamaan dan waktu tertentu seperti Ramadhan, serta simbol untuk menyampaikan makna yang lebih dalam terkait nilai religius dan kekeluargaan seperti warna hijau yang melambangkan kesegaran dan nuansa religi. Ketiga jenis tanda tersebut berperan penting dalam membentuk makna serta membangun kedekatan emosional dengan audiens. Analisis semiotik Charles Sanders Peirce dapat mengungkapkan strategi komunikasi visual yang digunakan untuk membangun identitas merek dan pesan kultural dalam iklan. Iklan Sirup Marjan bukan hanya alat promosi, tetapi juga media penyampai nilai budaya dan sosial yang kompleks. KATA KUNCI: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce; iklan sirup Marjan; ikon; indeks; simbol   >  ICON, INDEX, AND SYMBOL IN MARJAN SYRUP ADVERTISEMENTS OF 2020-2021 (CHARLES SANDERS PEIRCE'S SEMIOTIC ANALYSIS)   ABSTRACT: This study aims to determine the icons, indexes, and symbols in the Marjan Syrup advertisement in 2020-2024. The theory used in this study is Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study uses primary and secondary data, the primary data taken in the form of video clips of advertisements from the objects studied, while the secondary data taken in the form of theories that support the primary data taken. The data collection technique in this study uses documentation and literature study techniques. The results of this study indicate that this advertisement uses icons to represent the product directly, such as visual syrup bottles that resemble real shapes, indexes to indicate an atmosphere of togetherness and certain times such as Ramadan, and symbols to convey deeper meanings related to religious and family values ​​such as the color green which symbolizes freshness and religious nuances. These three types of signs play an important role in shaping meaning and building emotional closeness with the audience. Charles Sanders Peirce's semiotic analysis can reveal the visual communication strategies used to build brand identity and cultural messages in advertisements. The Marjan Syrup advertisement is not only a promotional tool, but also a medium for conveying complex cultural and social values. KEYWORDS: Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis; Marjan syrup advertisements; icons; indexes; symbols
PERBANDINGAN SOAL HOTS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X TERBITAN KEMENDIKBUDRISTEK DAN ERLANGGA Nurliana Safitri; IDA HAMIDAH; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.229

Abstract

ABSTRAK: Penyusunan soal dalam buku teks menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian karena melalui soal-soal tersebut, siswa diasah untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan tingkat kognitif soal berdasarkan kategori LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), dan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK terbitan Kemendikbudristek dan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis berdasarkan kata kerja operasional, serta indikator keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka terhadap dua buku teks, yakni buku terbitan Kemendikbudristek edisi 2023 dan buku terbitan Erlangga edisi 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Kemendikbudristek memuat 149 soal dengan distribusi tingkat kognitif soal LOTS sebesar 10,07%, MOTS sebesar 40,27%, dan HOTS sebesar 49,66%. Sementara itu, buku Erlangga memuat 328 soal, dengan distribusi soal LOTS sebesar 8,84%, MOTS sebesar 61,59%, dan HOTS sebesar 29,57%. Dengan demikian, buku Kemendikbudristek lebih menonjol dari sisi proporsi soal HOTS yang dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sebaliknya, buku Erlangga unggul dari sisi kuantitas dan soal-soal MOTS yang mencakup lebih dari satu indikator keterampilan berpikir. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kedua buku memiliki keunggulan masing-masing, yakni buku Kemendikbudristek pada proporsi soal HOTS dan buku Erlangga pada pendekatan bertingkat melalui penguatan MOTS. KATA KUNCI: Soal HOTS KKO; kemampuan berpikir kritis; kemampuan berpikir kreatif; kemampuan pemecahan masalah. >  A COMPARATIVE STUDY OF HOTS BASED QUESTIONS IN GRADE X SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIA LANGUAGE TEXTBOOKS PUBLISHED BY KEMENDIKBUDRISTEK AND ERLANGGA   ABSTRACT: The formulation of questions in textbooks is a crucial aspect that deserves serious attention, as these questions serve to sharpen students’ abilities in critical thinking, creative thinking, and problem solving. This study alms to describe and compare the cognitive levels of questions based on the categories of LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), and HOTS (Higher Order Thinking Skills) in Grade X Indonesian language textbooks published by Kemendikbudristek and Erlangga. This research employed a qualitative approach with data analysis techniques based on operational verbs derived from the revised Bloom’s Taxonomy, as well as indicators of critical thinking, craetive thinking, and problem solving skills. Data were collected through documentation and literature study involving two textbooks, the Kemendikbudristek edition (2023) and the Erlangga edition (2021). The findings show taht the Kemendikbudristek textbook contains 149 questions, with a cognitive level distribution of 10,07% LOTS, 40,27 MOTS, and 49,66% HOTS. Meanwhile, the Erlangga textbook contains 328 questions, with 8,84%% LOTS, 61,59% MOTS, and 29,57% HOTS. These results indicate that the Kemendikbudristek textbook emphasizes HOTS questions more directly and consistenly alligns them with high order thinking competencies. In contrast, the Erlangga textbooks excels in quantity and in integrating HOTS elements across MOTS level questions, covering multiple indicators of higher order thinking. The comparison reveals that each textbook offers unique strengths, Kemendikbudristek in its proportional emphasis on pure HOTS questions, and Erlangga in its structured approach through reinforced MOTS that address complex thinking skills. KEYWORDS: HOTS question; KKO; creative thinking skill; critical thinking skill; problem solving skill.
Representasi Perempuan dalam Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa (Analisis Wacana Kritis Model Sara Mills) uban subana; Ifah Hanifah; figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v4i1.286

Abstract

Film merupakan salah satu media yang merepresentasikan relasi kuasa dalam masyarakat melalui konstruksi ideologis yang disisipkan dalam narasi dan dialog. Representasi perempuan dalam film sering kali menggambarkan posisi yang tidak netral, terutama dalam masyarakat patriarkal yang dibentuk oleh norma agama, moral, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan dalam film Tuhan Izinkan Aku Berdosa berdasarkan posisi subjek dan objek, serta menganalisis posisi penulis dan pembaca terhadap representasi tersebut menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dialog dan narasi dalam film. Data dianalisis berdasarkan kategori posisi subjek–objek dan posisi penulis–pembaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, transkripsi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan direpresentasikan secara dinamis, sebagai subjek yang kritis terhadap kekuasaan dan sebagai objek yang mengalami subordinasi dan kekerasan simbolik. Penulis film membentuk posisi pembaca untuk bersimpati dan bersikap kritis terhadap sistem sosial patriarkal melalui aktivasi kode budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi perempuan dalam film tidak hanya menggambarkan realitas sosial, tetapi juga membentuk kesadaran ideologis pembaca melalui konstruksi wacana yang berpihak pada perempuan.