Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan fondasi esensial literasi sains yang harus dikembangkan sejak jenjang pendidikan dasar. Namun, capaian KPS peserta didik Fase B di sekolah dasar Indonesia masih tergolong rendah, terindikasi dari skor PISA 2022 sebesar 383 poin. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang secara dominan memengaruhi KPS peserta didik Fase B berdasarkan sintesis literatur ilmiah terkini (2021–2026) dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berpanduan PRISMA; (2) menganalisis keterkaitan faktor-faktor yang memengaruhi KPS peserta didik Fase B meliputi lingkungan fisik dan digital dalam pembelajaran IPAS, yang kondusif bagi pengembangan KPS peserta didik Fase B pada implementasi Kurikulum Merdeka; serta (3) merumuskan implikasi teoritis dan praktis dari temuan kajian bagi pengembangan pembelajaran sains di Fase B sekolah dasar. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data: Google Scholar, GARUDA, SINTA, dan Scopus, dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Dari 57 artikel awal, sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian mengidentifikasi dua kategori faktor dominan: (1) faktor internal, meliputi motivasi belajar, kemampuan awal, dan minat terhadap sains; serta (2) faktor eksternal, meliputi model pembelajaran berbasis inkuiri/proyek, media pembelajaran digital, kompetensi pedagogik guru, dan ketersediaan sarana-prasarana. Faktor model pembelajaran terbukti paling konsisten dominan memengaruhi KPS, diikuti media pembelajaran digital, kompetensi guru, dan motivasi belajar. Interaksi sinergis antara faktor-faktor tersebut dalam kerangka implementasi IPAS Kurikulum Merdeka menjadi penentu utama kualitas pengembangan KPS. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendekatan inkuiri terbimbing, integrasi media digital berbasis konten IPAS, serta peningkatan kompetensi pedagogik guru sebagai prioritas intervensi dalam konteks Fase B Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026