Kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) dirancang untuk memperkuat keselamatan lalu lintas, melindungi infrastruktur jalan, dan menegakkan kepatuhan muatan kendaraan. Namun, pada distribusi air minum dalam kemasan rute Bandung-Jakarta, pembatasan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) menimbulkan konflik nilai karena kapasitas angkut turun sementara biaya perjalanan relatif tetap. Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik aksiologis antara nilai keselamatan berkendara dan efisiensi ekonomi serta merumuskan arah kebijakan yang lebih proporsional. Penelitian menggunakan desain deskriptif-evaluatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi operasional transporter, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi, spesifikasi kendaraan, dan literatur transportasi. Analisis dilakukan melalui perbandingan tiga skenario muatan dan matriks nilai pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan pada JBI Jalan Kelas II menurunkan kapasitas dari 1.152 menjadi 718 galon dan meningkatkan biaya satuan sebesar 60,4%, sedangkan kepatuhan pada JBI Jalan Kelas I menurunkan kapasitas menjadi 876 galon dan meningkatkan biaya satuan sebesar 31,5%. Secara aksiologis, keselamatan merupakan nilai dasar yang tidak dapat dipertukarkan, tetapi implementasinya perlu disertai penyesuaian tarif, peningkatan kelas jalan, pengawasan berbasis risiko, dan pembagian biaya kepatuhan agar tidak memindahkan seluruh beban kepada transporter dan konsumen.
Copyrights © 2026