Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memerlukan pembelajaran yang mampu menghubungkan nilai dengan pengalaman siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dari perspektif guru sekolah dasar di Kabupaten Sumenep, khususnya pada aspek metode, media, dan LKS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 44 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket tertutup 10 item dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, reliabilitas, normalitas, dan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,742), dengan rerata item 3,77–4,41. Media memperoleh skor aspek tertinggi (4,27), diikuti LKS (4,14), sedangkan metode terendah (4,00). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan penilaian berdasarkan kelas mengajar, sementara lama mengajar hanya berbeda pada ceramah interaktif dan daya tarik LKS. Temuan ini berdampak pada perlunya penguatan metode interaktif dan LKS kontekstual agar pembelajaran nilai lebih bermakna..
Copyrights © 2026