Penelitian ini menganalisis penggunaan media multisensori dalam pembelajaran konsep bilangan bagi siswa dengan hambatan intelektual di SLB Negeri Bangkinang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Partisipan terdiri atas dua guru dan enam siswa kelas II–V SDLB berusia 8–12 tahun dengan hambatan intelektual ringan dan sedang. Data dikumpulkan melalui empat kali observasi nonpartisipatif selama 70 menit, wawancara semi-terstruktur dengan guru selama 35–50 menit, serta dokumentasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Gioia melalui first-order concepts, second-order themes, dan aggregate dimensions. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi utama: konkretisasi konsep bilangan, adaptasi strategi guru, respons siswa, dan tantangan implementasi. Kartu angka bertekstur, stik hitung, papan bilangan, serta benda konkret membantu siswa menghubungkan lambang bilangan dengan kuantitas melalui pengalaman visual, auditori, taktil, dan kinestetik. Sebagian siswa mampu mencocokkan lambang dengan jumlah benda setelah diberikan contoh, sedangkan lainnya memerlukan pengulangan dan pendampingan individual. Temuan menegaskan pentingnya pemodelan, instruksi bertahap, diferensiasi media, dan penyesuaian tingkat kesulitan.
Copyrights © 2026