Pembelajaran matematika abad ke-21 menuntut pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik. Salah satu landasan teoretis yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah konstruktivisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konstruktivisme kognitif dan konstruktivisme sosial sebagai landasan pembelajaran matematika abad ke-21. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang berkaitan dengan konstruktivisme kognitif, konstruktivisme sosial, dan pembelajaran matematika. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme kognitif berkontribusi dalam pengembangan pemahaman konsep, penalaran, dan kemandirian belajar melalui proses konstruksi pengetahuan secara individual. Sementara itu, konstruktivisme sosial berperan dalam memperkuat pembelajaran melalui interaksi sosial, kolaborasi, dan scaffolding. Integrasi kedua perspektif tersebut menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, serta mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21. Dengan demikian, integrasi konstruktivisme kognitif dan sosial dapat menjadi landasan teoretis yang kuat dalam merancang pembelajaran matematika yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan masa kini.
Copyrights © 2026