Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi tekanan darah ≥140/90 mmHg yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Distribusi kasus hipertensi yang tidak merata antarwilayah menuntut adanya pendekatan analisis spasial untuk mengidentifikasi wilayah dengan intensitas kasus tinggi sebagai dasar penentuan prioritas intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas spasial kasus hipertensi dan mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi kesehatan di Kabupaten Probolinggo berbasis aplikasi QGIS. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data penelitian berupa data sekunder jumlah kasus hipertensi per kecamatan tahun 2023 yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo serta data batas administrasi wilayah dalam format shapefile. Analisis dilakukan melalui tahapan data cleaning, join attribute, perhitungan Indeks Intensitas Kasus Hipertensi (IIKH) menggunakan normalisasi Min–Max, klasifikasi intensitas kasus dengan metode Natural Breaks (Jenks), dan visualisasi peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Intensitas Kasus Hipertensi tertinggi terletak di Kecamatan Tongas (IIKH=1) dan Kecamatan Sukapura terendah (IIKH=0). Sebanyak 2 kecamatan termasuk kategori sangat tinggi, yaitu Tongas dan Leces, serta 3 kecamatan berada pada kategori tinggi, yaitu Gending, Sumberasih, dan Banyuanyar. Analisis spasial berbasis QGIS efektif untuk memetakan intensitas kasus hipertensi dan mendukung penentuan prioritas intervensi kesehatan berbasis wilayah secara objektif.
Copyrights © 2026