Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan sumber daya alam lokal, khususnya jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan daun pandan (Pandanus amaryllifolius), yang melimpah di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, namun selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pelengkap makanan dan minuman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas lokal tersebut menjadi produk rumah tangga bernilai tambah berupa sabun cuci piring alami, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada produk komersial berbahan kimia sintetis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu identifikasi permasalahan dan analisis kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Pelatihan dilaksanakan pada MeiāJuni 2026 di RW 14 Desa Mekarsari dengan melibatkan 30 peserta ibu-ibu PKK. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi, dilanjutkan demonstrasi oleh tim mahasiswa, dan praktik langsung oleh peserta dalam membuat sabun cuci piring menggunakan texapon, natrium klorida, air perasan jeruk nipis, dan ekstrak daun pandan sebagai bahan utama. Hasil pelatihan berupa 25 botol sabun cuci piring siap pakai dengan warna hijau muda alami, aroma segar khas pandan dan jeruk nipis, tekstur kental dan homogen, busa yang melimpah, serta daya bersih yang efektif mengangkat lemak. Peserta menunjukkan partisipasi aktif selama pelatihan dan antusiasme tinggi terhadap peluang pengembangan produk sebagai usaha skala rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa jeruk nipis dan daun pandan dapat diolah secara efektif menjadi sabun cuci piring alami yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus ramah lingkungan, dan model pelatihan partisipatif ini berpotensi direplikasi di desa lain dengan potensi sumber daya lokal yang serupa
Copyrights © 2026