Rendahnya capaian literasi sains murid Indonesia berdasarkan hasil PISA menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Salah satu pendekatan yang dinilai potensial adalah pembelajaran berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan budaya, tradisi, dan pengetahuan masyarakat ke dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan literasi sains murid pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Artikel diperoleh dari Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara deskriptif naratif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan literasi sains, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta sikap ilmiah murid. Model yang dominan digunakan meliputi PBL, PjBL, STEM/STEAM, serta pengembangan modul dan bahan ajar berbasis etnosains. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan desain penelitian dan durasi intervensi. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi strategi inovatif untuk memperkuat literasi sains yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026