Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis agar mampu menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Namun, pembelajaran biologi di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterampilan berpikir kritis siswa belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gamifikasi MOEDU (Monopoli Edukatif) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi bakteri. Pendekatan yang diadaptasi dalam studi ini merupakan eksperimen semu (quasi-experimental) melalui penerapan model Non-Equivalent Control Group Design. Pemilihan sampel ditetapkan secara sengaja (purposive sampling), mencakup 64 siswa yang terbagi dalam dua kelas X di SMA Negeri 5 Tuban. Pada praktiknya, kegiatan belajar mengajar di kelas eksperimen difasilitasi oleh media gamifikasi MOEDU, sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran biasa. Proses penjaringan data dieksekusi dengan memberikan tes berbentuk uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis dari Facione. Data dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengukur efektivitas pretes dan postes, uji normalitas, uji homogenitas, uji Mann-Whitney U. Penelitian menunjukan hasil bahwa rata-rata nilai Postes kelas eksperimen yaitu 94,06 lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 75,94. Nilai N-Gain kelas eksperimen diperoleh 0,74 berkategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,19 berkategori rendah. Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan antar kedua kelas. Oleh karena itu, gamifikasi MOEDU efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi materi bakteri.
Copyrights © 2026