Eryzinda Dwigita Putriyani
Universitas PGRI Ronggolawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Fungi Eryzinda Dwigita Putriyani; Dika Agustia Indrati
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111841

Abstract

Pemahaman konseptual merupakan aspek penting dalam pendidikan biologi karena memungkinkan siswa untuk memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep-konsep ilmiah secara efektif. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi tentang jamur karena sifatnya yang abstrak dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) terhadap pemahaman konseptual siswa tentang jamur. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental, yaitu Desain Satu Kelompok Pra-tes dan Pasca-tes. Peserta penelitian adalah 35 siswa kelas X-A SMA Negeri 5 Tuban, yang semuanya berada di kelas X, dipilih melalui sampling purposif. Dua puluh soal pilihan ganda yang berbeda diverifikasi dan dievaluasi untuk keandalan sebelum dimasukkan ke dalam instrumen penelitian. Hasilnya dianalisis menggunakan Uji N-Gain untuk menentukan apakah terdapat peningkatan pemahaman konseptual siswa setelah menggunakan paradigma pembelajaran TGT. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 23,14, dengan rata-rata pra-tes 64,00 meningkat menjadi 87,14 pada pasca-tes setelah perubahan. Hasil studi N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,64, yang diklasifikasikan sebagai moderat. Berdasarkan statistik ini, penerapan model pembelajaran kooperatif TGT secara positif mempengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep jamur. Temuan studi ini menyarankan bahwa model TGT dapat berfungsi sebagai strategi pembelajaran alternatif yang efektif untuk biologi di tingkat sekolah menengah atas. Hal ini akan diterapkan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya pemahaman konseptual, dan menciptakan suasana belajar yang menarik
Pengaruh Gamifikasi MOEDU (Monopoli Edukatif) Biologi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Eryzinda Dwigita Putriyani; Iin Murtini
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115606

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis agar mampu menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Namun, pembelajaran biologi di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga keterampilan berpikir kritis siswa belum berkembang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gamifikasi MOEDU (Monopoli Edukatif) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi bakteri. Pendekatan yang diadaptasi dalam studi ini merupakan eksperimen semu (quasi-experimental) melalui penerapan model Non-Equivalent Control Group Design. Pemilihan sampel ditetapkan secara sengaja (purposive sampling), mencakup 64 siswa yang terbagi dalam dua kelas X di SMA Negeri 5 Tuban. Pada praktiknya, kegiatan belajar mengajar di kelas eksperimen difasilitasi oleh media gamifikasi MOEDU, sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran biasa. Proses penjaringan data dieksekusi dengan memberikan tes berbentuk uraian yang dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis dari Facione. Data dianalisis menggunakan N-Gain untuk mengukur efektivitas pretes dan postes, uji normalitas, uji homogenitas, uji Mann-Whitney U. Penelitian menunjukan hasil bahwa rata-rata nilai Postes kelas eksperimen yaitu 94,06 lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 75,94. Nilai N-Gain kelas eksperimen diperoleh 0,74 berkategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,19 berkategori rendah. Hasil uji Mann-Whitney U memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan antar kedua kelas. Oleh karena itu, gamifikasi MOEDU efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi materi bakteri.