Limbah isi rumen sapi berpotensi sebagai pakan alternatif namun memiliki kualitas nutrisi rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan lama inkubasi optimal fermentasi silase isi rumen sapi Bali terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK), serta konsentrasi volatile fatty acids (VFA) dan amonia (NH3) secara in-vitro. Perlakuan yang diuji yaitu P1 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula Lontar + 40 ml MOL difermentasi 4 minggu, P2 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 6 minggu, P3 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 8 minggu, P4 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 10 minggu. Parameter yang diamati yaitu kandungan protein kasar, serat kasar, serta konsentrasi VFA dan NH3. Analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan Protein Kasar dan NH3 tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kandungan Serat Kasar dan VFA. Disimpulkan fermentabilitas dan kualitas kimia silase dengan lama inkubasi 8 minggu dapat meningkatkan kandungan protein kasar, dan NH3 tetapi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi VFA dan kandungan serat kasar. Silase isi rumen sapi yang difermentasi 8 minggu direkomendasikan sebagai pakan alternatif ruminansia karena mampu meningkatkan protein tanpa menurunkan kecernaan
Copyrights © 2026