Di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap sebagian pesantren akibat perubahan demografi, persaingan lembaga pendidikan, dan tuntutan mutu layanan, berbagai inovasi pengelolaan tahfiz telah dikembangkan. Namun, implementasinya masih parsial sehingga belum tersedia model yang menjelaskan keterkaitan antarkomponen secara sistemik sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Manajemen Tahfiz Berkemajuan melalui integrasi fungsi manajemen, Organizational Learning, dan Systems Thinking dalam pengelolaan program tahfiz Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 11 informan (pimpinan, musyrif, guru, dan santri), serta analisis dokumen kebijakan dan pelaksanaan program tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan tahfiz tidak berjalan linear melalui Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling, melainkan membentuk mekanisme Organizational Learning melalui refleksi, adaptasi, dan inovasi. Perspektif Systems Thinking menunjukkan keterkaitan fungsi manajemen membentuk siklus umpan balik (Causal Feedback Loop) yang mengubah pengalaman organisasi menjadi pengetahuan untuk mendukung perbaikan berkelanjutan.
Copyrights © 2026