Keberhasilan guru mengatarkan siswa untuk mencapai kelulusan atau nilai yang tinggi, bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Hal ini kesulitan yang biasa dihadapi guru ialah partisipasi siswa dalam memcahkan masalah lemah disebabkan beragam instrumen yang digunakan tidak menyenangkan dan hanya soal-soal yang instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru matematika dalam menggunakan dan mendesain instrumen tes maupun non tes. Subjek penelitian ini adalah 2 Orang guru matematika di SMPN 3 Woha. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus dan analisis data penelitian menggunakan metode deskriptif. Adapun data didapatkan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi yang dibantu dengan adanya instrumen lembar wawancara, lembar pengatan dan rekaman audio pada handphone. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru matematika di SMPN 3 Woha menggunakan instrumen tes dalam bentuk soal pilihan ganda, soal esai dan tes lisan, sedangkan untuk instrumen non tesnya adalah penilaian praktik, portofolio, dan penilaian pengamatan lingkungan yang berbasis problem solving. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan penilaian maupun mendesain instrumen tes dan non tes sebagian besar berasal dari siswa. Guru mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mendesain dan menggunakan alat tes dan non tes dari diklat yang diselenggarakan oleh kementerian agama dan dinas pendidikan, baik yang berskala daerah maupun nasional.
Copyrights © 2025