Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi AutoCAD sebagai Sarana Peningkatan Kompetensi Dasar Menggambar Teknik untuk Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Bima Salsabilah; Muh Apriansyah; Fitria Ramdhan; Muhammad Faizal; Era Safara; Nur Anggriani; M. Nauval Murtada Fasih
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan AutoCAD di Universitas Muhammadiyah Bima bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dasar menggambar teknik mahasiswa Teknik Sipil melalui penerapan teknologi modern dan pengalaman praktis. Dalam era industri 4.0, pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan teknis penggunaan AutoCAD, tetapi juga pada pengembangan soft skills seperti kolaborasi dan komunikasi. Metode pelatihan mencakup sesi teori dan praktik langsung, memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menggambar dan kemampuan menciptakan desain inovatif. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kurikulum pendidikan teknik sipil dengan mengintegrasikan teknologi modern, sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja dan siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Rekognisi Kemampuan Guru Matematika dalam Menggunakan Instrumen Tes dan Non Tes di SMPN 3 Woha : Penelitian Fathurrahman Fathurrahman; Syarifuddin Syarifuddin; Muh. Fitrah; Muh Apriansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.7531

Abstract

Keberhasilan guru mengatarkan siswa untuk mencapai kelulusan atau nilai yang tinggi, bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Hal ini kesulitan yang biasa dihadapi guru ialah partisipasi siswa dalam memcahkan masalah lemah disebabkan beragam instrumen yang digunakan tidak menyenangkan dan hanya soal-soal yang instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru matematika dalam menggunakan dan mendesain instrumen tes maupun non tes. Subjek penelitian ini adalah 2 Orang guru matematika di SMPN 3 Woha. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus dan analisis data penelitian menggunakan metode deskriptif. Adapun data didapatkan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi yang dibantu dengan adanya instrumen lembar wawancara, lembar pengatan dan rekaman audio pada handphone. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru matematika di SMPN 3 Woha menggunakan instrumen tes dalam bentuk soal pilihan ganda, soal esai dan tes lisan, sedangkan untuk instrumen non tesnya adalah penilaian praktik, portofolio, dan penilaian pengamatan lingkungan yang berbasis problem solving. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan penilaian maupun mendesain instrumen tes dan non tes sebagian besar berasal dari siswa. Guru mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mendesain dan menggunakan alat tes dan non tes dari diklat yang diselenggarakan oleh kementerian agama dan dinas pendidikan, baik yang berskala daerah maupun nasional.
Pengendalian Proyek Perumahan Permata Hijau Menggunakan Metode Earned Value isra junna; Risang Setyobudi; muh Apriansyah; M. Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1339

Abstract

Abstrak   Pembangunan perumahan merupakan sektor penting dalam industri konstruksi yang menuntut pengelolaan waktu, biaya, dan kualitas secara efektif. Proyek Permata Hijau menghadapi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, dan ketidaksesuaian hasil pekerjaan, sehingga diperlukan sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini menerapkan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan data pelaksanaan selama 25 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dengan nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,00. Namun, proyek mengalami pembengkakan biaya yang ditunjukkan oleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 0,99 dan Cost Variance (CV) sebesar Rp795.356,49. Kurva S memperlihatkan pola pelaksanaan proyek konstruksi yang lambat di awal, meningkat di tengah, dan melambat di akhir. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan manajerial dalam mengendalikan biaya dan menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.   Kata kunci: Earned Value Management, Pengendalian Proyek, Kinerja Biaya, Kinerja Waktu     Abstract Housing development is a crucial sector within the construction industry, requiring effective management of time, cost, and quality. The Permata Hijau Project faces risks of delays, cost overruns, and discrepancies between planned and actual work outcomes, necessitating a control system capable of identifying issues early. This study applies the Earned Value Management (EVM) method to evaluate project performance based on 25 weeks of implementation data. The analysis shows that the project is progressing on schedule, indicated by a Schedule Performance Index (SPI) of 1.00. However, cost overruns are evident, with a Cost Performance Index (CPI) of 0.99 and a Cost Variance (CV) of Rp795,356.49. The S-curve illustrates a typical construction pattern, starting slowly, rising sharply in the middle phase, and slowing toward completion. These findings highlight the importance of managerial capability in controlling costs and ensuring alignment between project planning and execution.   Keywords: Earned Value Management, Project Control, Cost Performance, Time Performance
Pengendalian Proyek Perumahan Permata Hijau Menggunakan Metode Earned Value isra junna; Risang Setyobudi; muh Apriansyah; M. Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1339

Abstract

Abstrak   Pembangunan perumahan merupakan sektor penting dalam industri konstruksi yang menuntut pengelolaan waktu, biaya, dan kualitas secara efektif. Proyek Permata Hijau menghadapi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, dan ketidaksesuaian hasil pekerjaan, sehingga diperlukan sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini menerapkan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan data pelaksanaan selama 25 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dengan nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,00. Namun, proyek mengalami pembengkakan biaya yang ditunjukkan oleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 0,99 dan Cost Variance (CV) sebesar Rp795.356,49. Kurva S memperlihatkan pola pelaksanaan proyek konstruksi yang lambat di awal, meningkat di tengah, dan melambat di akhir. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan manajerial dalam mengendalikan biaya dan menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.   Kata kunci: Earned Value Management, Pengendalian Proyek, Kinerja Biaya, Kinerja Waktu     Abstract Housing development is a crucial sector within the construction industry, requiring effective management of time, cost, and quality. The Permata Hijau Project faces risks of delays, cost overruns, and discrepancies between planned and actual work outcomes, necessitating a control system capable of identifying issues early. This study applies the Earned Value Management (EVM) method to evaluate project performance based on 25 weeks of implementation data. The analysis shows that the project is progressing on schedule, indicated by a Schedule Performance Index (SPI) of 1.00. However, cost overruns are evident, with a Cost Performance Index (CPI) of 0.99 and a Cost Variance (CV) of Rp795,356.49. The S-curve illustrates a typical construction pattern, starting slowly, rising sharply in the middle phase, and slowing toward completion. These findings highlight the importance of managerial capability in controlling costs and ensuring alignment between project planning and execution.   Keywords: Earned Value Management, Project Control, Cost Performance, Time Performance