Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP MUHAMMADIYAH KOTA BIMA PADA PEMBELAJARAN DARING Fathurrahman Fathurrahman
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1105

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu proses keterampilan sains siswa dengan pembelajaran daring.Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran daring di SMP Muhammadiyah Kota Bima. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kota Bima. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar tes keterampilan sains. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa hasil keterampilan proses sains siswa yang telah diuji dengan tes yaitu keterampilan mengamati dengan skor 83,84%, mengklasifikasi 67,42%, memprediksi 22,00%, merumuskan masalah 35,40%, merumuskan hipotesis 41,53%, menentukan variabel 6,30%, menyelidiki 16,56%, menganalisis data 15,64%, menyimpulkan 17,04%, mengomunikasikan 3,04% kategori rendah. Dapat disimpulkan dari penelitian yang memiliki indikator keterampilan proses sains tergolong tinggi yaitu mengamati dan keterampilan siswa paling rendah yaitu mengomunikasikan
SOFTWARE GEOGEBRA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA: STUDI LITERATUR Fathurrahman Fathurrahman; Muh Fitrah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Matematika Realistik Vol 4, No 1 (2023): JURNAL ILMIAH MATEMATIKA REALISTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ji-mr.v4i1.2497

Abstract

Era teknologi saat ini pembelajaran matematika tidak lagi dilakukan secara manual seperti menghitung dengan tangan, mistar dan tabel. Tetapi, seiring berkembang teknologi sudah banyak software yang membantu siswa dalam menyelesaikan masalah matematika salah satunya adalah software GeoGebra. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data hasil penelitian terdahulu dan perkembangan terhadap penggunaan software GeoGebra pada pelajaran matematika. Tahapan awal penelitian ini adalah dengan mengumpulkan artiket dari google scholar dan database dari dimension kemudian dianalaisis terkait perkembangan penggunaan softwatre GeoGebra pada pelajaran matematika dengan menggunakan aplikasi Vosviewer. Penggunaan software GeoGebra sangat bermanfaat untuk media pemebelajaran diera teknologi yang mana dapat meningkatkan skill dan pemahaman serta cara berpikir kritis siswa dalam melakukan penyelesaian masalah matematika seperti pada materi geometri, trigonometri, fungsi kuadrat, ruang sisi datar serta garis dan sudut. Hasil penelitian ini diperoleh dengan metode litaratur review dan pengumpulan data dari google scholar dan dimension kemudian dianalisis data dengan bantuan aplikasi vosviewer. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan software GeoGebra mengalami perkembangan dan peningkatan dalam proses pembelajaran matematika. Seperti di Indonesia, penggunaan software GeoGebra dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Universitas, memberi pengaruh positif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis, kemampuan berpikir kritis dan kemandirian yang efektif pada siswa.
Edukasi Dampak Perkawinan Anak Bagi Kesehatan di Desa Mbawi, Dompu Nur Husnul Khatimah; Erham Erham; Fathurrahman Fathurrahman; Sutriawan Sutriawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6664

Abstract

Perkawinan anak masih terus terjadi di Indonesia, bahkan angkanya merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sekitar 1.220.900 anak di Indonesia mengalami perkawinan usia anak, dan ini belum termasuk praktik perkawinan anak di bawah tangan (nikah siri). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tercatat memiliki angka kasus perkawinan anak yang tinggi, dengan kabupaten Dompu menduduki urutan ketiga tertinggi di NTB. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah memberikan edukasi kesehatan kepada remaja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dampak dari perkawinanan anak. Program kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Mbawi, Kabupaten Dompu tentang dampak buruk dari pekawinan anak, khususnya bagi remaja yang menjadi peran utama yang memberi dampak bagi kesehatan mental maupun kesehatan reproduksi remaja. Peserta kegiatan ini diikuti oleh orangtua remaja sebanyak 20 orang, remaja pria dan wanita sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab langsung kepada remaja tentang dampak pernikahan anak bagi kesehatan Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa orangtua remaja dan remaja memiliki pemahaman yang baik, merespons dengan positif, dan sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini
Edukasi Gizi yang Tepat Dalam Mencegah Stunting dengan Menggunakan Media Booklet dan Poster Nur Husnul Khatimah; Erham Erham; Fathurrahman Fathurrahman; Dea Zara Avila; Alkhair Alkhair
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6849

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang berdampak negatif yang cukup besar pada sebuah negara. Stunting pada balita sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kognitif anak. Untuk mencegah stunting, pemberdayaan masyarakat penting, khususnya melalui peran kader posyandu dan ibu dengan balita. Pemberdayaan yang  berfokus pada pendidikan dan pelatihan yang akan membantu kader posyandu dan ibu balita mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang gizi dan pemberian makanan yang tepat untuk mencegah stunting.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui media booklet dan poster yang membahas tentang stunting serta pemberian MPASI yang tepat bagi anak balita. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 03 Agustus 2023  di  Posyandu  Balita  RW  01  Kelurahan Ragi Desa Mbawi Kecamatan Dompu kabupaten Dompu, dengan sasaran 6 kader posyandu dan 30 ibu dengan balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya   peningkatan   pengetahuan para  kader  posyandu  dan  ibu   balita  dimana hasil nilai rerata pre test yaitu 57,3 dan rerata post test   90,25.   Diharapkan tenaga kesehatan bersama dengan kader posyandu balita memiliki kemampuan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting dan pemberian gizi yang tepat bagi anak balita. Upaya ini dapat  dilakukan secara berkala minimal setiap bulan sebagai langkah pencegahan stunting.
Edukasi Dampak Perkawinan Anak Bagi Kesehatan di Desa Mbawi, Dompu Nur Husnul Khatimah; Erham Erham; Fathurrahman Fathurrahman; Sutriawan Sutriawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6664

Abstract

Perkawinan anak masih terus terjadi di Indonesia, bahkan angkanya merupakan yang tertinggi kedua di ASEAN. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sekitar 1.220.900 anak di Indonesia mengalami perkawinan usia anak, dan ini belum termasuk praktik perkawinan anak di bawah tangan (nikah siri). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga tercatat memiliki angka kasus perkawinan anak yang tinggi, dengan kabupaten Dompu menduduki urutan ketiga tertinggi di NTB. Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah memberikan edukasi kesehatan kepada remaja dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dampak dari perkawinanan anak. Program kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Mbawi, Kabupaten Dompu tentang dampak buruk dari pekawinan anak, khususnya bagi remaja yang menjadi peran utama yang memberi dampak bagi kesehatan mental maupun kesehatan reproduksi remaja. Peserta kegiatan ini diikuti oleh orangtua remaja sebanyak 20 orang, remaja pria dan wanita sebanyak 30 orang. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab langsung kepada remaja tentang dampak pernikahan anak bagi kesehatan Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa orangtua remaja dan remaja memiliki pemahaman yang baik, merespons dengan positif, dan sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini
Edukasi Gizi yang Tepat Dalam Mencegah Stunting dengan Menggunakan Media Booklet dan Poster Nur Husnul Khatimah; Erham Erham; Fathurrahman Fathurrahman; Dea Zara Avila; Alkhair Alkhair
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6849

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan global yang berdampak negatif yang cukup besar pada sebuah negara. Stunting pada balita sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kognitif anak. Untuk mencegah stunting, pemberdayaan masyarakat penting, khususnya melalui peran kader posyandu dan ibu dengan balita. Pemberdayaan yang  berfokus pada pendidikan dan pelatihan yang akan membantu kader posyandu dan ibu balita mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang gizi dan pemberian makanan yang tepat untuk mencegah stunting.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui media booklet dan poster yang membahas tentang stunting serta pemberian MPASI yang tepat bagi anak balita. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 03 Agustus 2023  di  Posyandu  Balita  RW  01  Kelurahan Ragi Desa Mbawi Kecamatan Dompu kabupaten Dompu, dengan sasaran 6 kader posyandu dan 30 ibu dengan balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya   peningkatan   pengetahuan para  kader  posyandu  dan  ibu   balita  dimana hasil nilai rerata pre test yaitu 57,3 dan rerata post test   90,25.   Diharapkan tenaga kesehatan bersama dengan kader posyandu balita memiliki kemampuan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting dan pemberian gizi yang tepat bagi anak balita. Upaya ini dapat  dilakukan secara berkala minimal setiap bulan sebagai langkah pencegahan stunting.
EDUKASI MANFAAT ASI EKSLUSIF DAN PEMBERIAN COOKIES DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ASI DI POSYANDU LEWIJAMBU: Indonesia Alkhair Alkhair; Nursahida Nursahida; Neneng Wahyuningsih; Nur Husnul Khatimah; Aman Ma’arij; Fathurrahman Fathurrahman
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i2.4147

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi paling ideal bagi bayi, karena mengandung berbagai zat gizi serta komponen pelindung penting yang berperan dalam menunjang proses tumbuh kembang secara optimal. Kandungan ASI yang sangat kaya dan kompleks—termasuk ratusan senyawa bioaktif—berkontribusi besar dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Dengan pemberian ASI yang optimal, risiko bayi mengalami infeksi dapat dikurangi, sekaligus menurunkan angka kesakitan dan kematian pada masa awal kehidupan. Rendahnya tingkat keberhasilan program ASI eksklusif dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pemahaman ibu mengenai manfaat dan tujuan dari pemberian ASI eksklusif, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kegagalan dalam praktik pemberian ASI secara optimal. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan penanaman pemahaman tentang manfaat ASI Ekslusif Bayi Ibu dan Anak, serta manfaat Daun Katuk dalam produktifitas ASI. Adapun metode yang dilakukan dengan metode ceramah dan pengamatan secara langsung, serta tanya jawab, lalu dilanjutkan dengan pemberian Cookies Daun Katuk pada ibu menyusui. Setelah dilakukan kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan menyusui tentang manfaat kesehatan dari ASI eksklusif bagi bayi dan ibu, peningkatan pengetahuan ibu tentang teknik pospel yang benar dan peningkatan pengetahuan ibu hamil dan menyusui, serta ibu menyusui sangat menyukai produk Cookies Daun Katuk untuk dikonsumsi.
Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi di Desa Ntonggu Fathurrahman Fathurrahman; Fathir Fathir; Siti Mutmainah
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i2.253

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih terdapat kesenjangan literasi digital di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Ntonggu, yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman masyarakat dalam penggunaan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan teknologi informasi yang bersifat edukatif dan aplikatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan penggunaan perangkat teknologi seperti smartphone dan aplikasi digital yang mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, dan administrasi desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak dan produktif, terutama dalam mengakses informasi, komunikasi digital, serta pemanfaatan layanan berbasis daring. Pelatihan ini juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan digital dan etika dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan desa berbasis teknologi informasi secara berkelanjutan.
Local Wisdom Learning Plan: Pengembangan Desain Pembelajaran PAUD Berbasis Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Karakter Anak Usia Dini Ade S. Anhar; Nasaruddin Nasaruddin; Agus Salam; Syarifuddin Syarifuddin; Luthfiyah Luthfiyah; Ahmadin Ahmadin; Muslim Muslim; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.270

Abstract

Pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi penggunaan media dan perangkat pembelajaran yang bersifat umum, sehingga pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar belum optimal. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran kurang kontekstual dan belum mampu menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan budaya lingkungan anak. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kreativitas, pembentukan karakter, serta pengembangan moral sejak usia dini. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan mengembangkan Local Wisdom Learning Plan, yaitu desain pembelajaran PAUD berbasis kearifan lokal yang mampu memperkuat karakter anak usia dini melalui integrasi cerita rakyat, permainan tradisional, lagu daerah, seni budaya, dan pembiasaan nilai-nilai lokal dalam kegiatan belajar. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, identifikasi potensi budaya lokal, perancangan perangkat pembelajaran (modul, RPPH, media edukatif), implementasi pada mitra PAUD, serta evaluasi melalui observasi, wawancara, dan angket kepada guru. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa guru mampu menyusun dan menerapkan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal secara sistematis. Anak menunjukkan peningkatan keterlibatan dalam pembelajaran, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan rasa cinta terhadap budaya daerah. Guru juga memberikan respons positif terhadap kemudahan penggunaan perangkat yang dikembangkan serta menilai pembelajaran menjadi lebih menarik, kontekstual, dan bermakna. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal berkontribusi terhadap penguatan karakter dan kreativitas anak usia dini. Disimpulkan bahwa Local Wisdom Learning Plan merupakan inovasi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Model ini berpotensi direplikasi pada berbagai satuan PAUD sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan karakter.
Rekognisi Kemampuan Guru Matematika dalam Menggunakan Instrumen Tes dan Non Tes di SMPN 3 Woha : Penelitian Fathurrahman Fathurrahman; Syarifuddin Syarifuddin; Muh. Fitrah; Muh Apriansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.7531

Abstract

Keberhasilan guru mengatarkan siswa untuk mencapai kelulusan atau nilai yang tinggi, bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Hal ini kesulitan yang biasa dihadapi guru ialah partisipasi siswa dalam memcahkan masalah lemah disebabkan beragam instrumen yang digunakan tidak menyenangkan dan hanya soal-soal yang instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru matematika dalam menggunakan dan mendesain instrumen tes maupun non tes. Subjek penelitian ini adalah 2 Orang guru matematika di SMPN 3 Woha. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi kasus dan analisis data penelitian menggunakan metode deskriptif. Adapun data didapatkan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan langsung dan dokumentasi yang dibantu dengan adanya instrumen lembar wawancara, lembar pengatan dan rekaman audio pada handphone. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru matematika di SMPN 3 Woha menggunakan instrumen tes dalam bentuk soal pilihan ganda, soal esai dan tes lisan, sedangkan untuk instrumen non tesnya adalah penilaian praktik, portofolio, dan penilaian pengamatan lingkungan yang berbasis problem solving. Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan penilaian maupun mendesain instrumen tes dan non tes sebagian besar berasal dari siswa. Guru mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mendesain dan menggunakan alat tes dan non tes dari diklat yang diselenggarakan oleh kementerian agama dan dinas pendidikan, baik yang berskala daerah maupun nasional.