JURNAL TEKNIK MESIN
Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024

UJI EFEKTIVITAS AIR COOLER DENGAN SUHU FLUIDA DINGIN KONSTAN (STEADY STATE)

Muhammad Tafarel Firjatullah (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Bambang Yunianto (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Muchammad Muchammad (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2024

Abstract

Alat penukar kalor (heat exchanger) banyak digunakan pada berbagai instalasi industri, antara lain pada: boiler, kondensor, cooler, cooling tower. Sedangkan pada kendaraan adalah radiator yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat penukar kalor. Tujuan perpindahan kalor di dalam proses industri diantaranya adalah untuk memanaskan atau mendinginkan fluida hingga mencapai kalor tertentu yang dapat memenuhi persyaratan untuk proses selanjutnya. oleh karena itu, penting dilakukannya penelitian untuk menghasilkan heat exchanger yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh efektivitas dan efisiensi air cooler heat exchanger dengan suhu fluida dingin yang konstan (steady state) saat maksimum serta pengaruh variasi kecepatan aliran pompa dan fan terhadap kinerjanya. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada air cooler heat exchanger dengan variasi debit air sebesar 0 L/min, 2,5L/min, 5L/min dan variasi kecepatan udara sebesar  1,67 m/s, 2,5 m/s, dan 3,34 m/s. Pengamatan dan perbandingan yang dilakukan adalah pengamatan suhu udara yang keluar dari kipas dengan suhu paling minimum hingga mencapai kondisi steady state. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa efektivitas terbaik didapat dengan nilai sebesar 0,608696 dan efisiensi terbaik didapat dengan nilai 96%, hasil terbaik ini diperoleh ketika air cooler heat exchanger dioperasikan dengan variasi debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s. Kondisi operasional dengan debit air sebesar 5L/min dan kecepatan udara 1,8 m/s menjadi kondisi operasional terbaik karena banyaknya jumlah air yang mengalir melalui heat exchanger sehingga  meningkatkan kapasitas pendinginan dan kecepatan udara yang rendah memberikan waktu kontak yang cukup antara udara dan permukaan heat exchanger.

Copyrights © 2024