JURNAL TEKNIK MESIN
Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024

PENGARUH BEDA PERSENTASE KATALIS ZEOLIT ALAM DAN BINDER KAOLIN DENGAN KALSINASI TERHADAP NILAI YIELD BIODIESEL BERBAHAN MINYAK GORENG KELAPA SAWIT DENGAN TRANSESTERIFIKASI

Danny Ferdiana (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Norman Iskandar (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Sulardjaka Sulardjaka (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2024

Abstract

Peningkatan konsumsi bahan bakar diesel untuk kendaraan dan industri meningkatkan potensi biodiesel sebagai alternatif, terutama dari minyak nabati seperti minyak kelapa sawit yang dimana produksi di Indonesia terbesar di dunia. Katalis diperlukan dalam proses transesterifikasi biodiesel, namun umumnya sulit dipisahkan, sehingga katalis heterogen berbahan zeolit alam dapat digunakan. Penambahan binder kaolin bertujuan memperkuat kekuatan mekanis katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan mekanis pelet katalis serta kuantitas yield biodiesel dengan variasi komposisi katalis zeolit alam dengan kaolin seberat 1,2%wt serta dikalsinasi. Pelet katalis yang menggunakan paduan binder kaolin secara konsisten menunjukkan ketahanan mekanis yang lebih baik dibandingkan dengan pelet katalis yang terbuat dari 100% zeolit alam. Hasil biodiesel dengan rasio metanol:minyak 6:1 dan variasi katalis zeolit alam 100% memiliki yield 99,333, dimana lebih tinggi dibandingkan jika biodiesel dengan variasi katalis zeolit:kaolin 80:20 yang memiliki yield 98,667%.

Copyrights © 2024