p-Index From 2021 - 2026
3.016
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Norman Iskandar
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KEANDALAN KOMPONEN KRITIS MENGGUNAKAN METODE WEIBULL DAN FAULT TREE ANALYSIS PADA HYDRAULIC AXIAL PUMP BERKAPASITAS 350 LPS Fidrioza Althaf Ferdinand; Gunawan Dwi Haryadi; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang sangat besar. Hampir setiap musim hujan di Kota Semarang terjadi banjir, terdapat beberapa hal yang menyebabkan banjir yaitu pendangkalan sungai karena sampah atau sedimentasi, gorong-gorong yang tersumbat serta debit air yang terlalu tinggi. Salah satu upaya mencegah dan mengurangi dampak dari bencana banjir yaitu diperlukannya pompa untuk memindahkan air yang tergenang menuju sungai. Salah satu pompa yang dipergunakan pada daerah rawan banjir yaitu Genuk Babon adalah Hydraulic Axial Pump berkapasitas 350 lps. Untuk menjaga umur dan performansi pompa, perlu diadakan maintenance yang berkala dan terperiodik. Agar sistem perawatan lebih terjadwal maka perlu diketahui keandalan dari setiap komponen kerusakan pada pompa. Fault Tree Analysis adalah metode yang tepat untuk menentukan penyebab kerusakan, kemudian menggunakan metode distribusi kerusakan untuk menentukan tingkat kegagalan atau kerusakan dari pola data yang terbentuk. Hasil yang diperoleh dari pengujian pompa dengan kapasitas 350 liter per detik terdapat tujuh komponen kritis dengan nilai keandalan (reliability) dan MTTF, beberapa daintaranya yaitu hose – AP.350.83 dan AP.350.84 adalah 53,49% pada 764,508 jam, hose – AP.350.85 dan AP.350.86 adalah 54,00% pada 980,08 jam. Sehingga dapat ditentukan jadwal periodic maintenance komponen-komponen pompa tersebut.
PENGARUH PERSENTASE BINDER BENTONIT TERHADAP DENSITAS PELET KATALIS ZEOLIT ALAM I Gede Putu Pratama Mahendra Putra; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk mempercepat reaksi mencapai kesetimbangan tanpa mengubah struktur kimia pada akhir reaksi. Katalis sesuai dengan sifatnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu katalis heterogen dan katalis homogen. Katalis heterogen dalam bentuk pelet sering digunakan pada aplikasi produksi biodiesel karena memiliki kelebihan dalam aspek kekuatan mekanis, penggunaan berulang, bentuk variatif, dan mudah dalam kontrol. Salah satu pengaplikasian pelet katalis dalam produksi biodiesel adalah dengan menggunakan bahan zeolit alam yang berasal dari batuan yang sumber dayanya melimpah di Indonesia, sehingga pemanfaatan zeolit harus digiatkan. Proses produksi dan pemilihan bahan baku dari pelet katalis zeolit alam akan mempengaruhi karakteristik dan sifat-sifat pelet tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase bahan yang diterapkan pada produksi pelet terhadap densitas pelet katalis zeolit alam asal Bandung. Produksi pelet katalis dilaksanakan dari proses penghancuran batuan zeolit, pengayakan serbuk, pencampuran serbuk zeolit dan bahan pengikat, hingga kompaksi serbuk menjadi pelet. Pengujian densitas pelet katalis dilaksanakan dengan menggunakan alat pycnometer, serta data hasil pengujian densitas dianalisis dengan metode analysis of variance (ANOVA). Dari penelitian yang dilaksanakan, dihasilkan kesimpulan bahwa persentase kandungan bahan pengikat bentonit pada pelet katalis memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik, dimana peningkatan persentase bahan pengikat bentonit dari 20% hingga 30% memiliki pengaruh terhadap nilai densitas pelet katalis.
ANALISIS LAJU ALIRAN DAN KEKUATAN MAGNETIC TRAP PADA HOPPER MESIN PENGGILING PADI Satrio Gumilar; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri penggilingan padi adalah satu tahapan yang sangat penting untuk mendapatkan mutu beras yang baik, dikarenakan terdapat titik temu antara proses produksi, pasca panen pengolahan dan juga pemasaran beras, sehingga dalam industri penggilingan padi menjadi sangat penting dalam berkontribusi penyediaan beras dari segi kualitas maupun kuantitas. Masalah utama yang terdapat pada penggilingan padi tradisional adalah kurangnya kualitas hasil penggilingan dan juga kerusakan mesin grinding atau pemecah kulit yang disebabkan karena adanya benda asing seperti paku, batu, potongan kawat, baut dan beberapa jenis logam lain yang terbawa gabah dari proses penjemuran yang kurang baik dan kemudian masuk ke mesin penggilingan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan rancangan magnetic trap yang akan dibuat, persentase bagian hopper yang tertutup magnetic trap, dan membandingkan kecepatan laju aliran gabah saat proses penggilingan sebelum dan sesudah dipasang magnetic trap dan didapatkan hasil nilai maksimum tegangan von-Mises sebesar 31,579MPa dan nilai faktor keamanan minimal di 7,91. Kemudian pada perhitungan luas permukaan didapatkan jika pada desain magnetic trap terpilih mengurangi luas permukaan aliran gabah sebesar 33,17% atau sekitar 1/3. Dan jumlah perbedaan kecepatan antara hopper kosong dan hopper dengan magnetic trap yaitu sekitar 0,003 m/s atau sekitar 15 % lebih cepat pada hopper dengan magnetic trap.
ANALISIS KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT RAMI BERPENGUAT MATRIKS GONDORUKEM DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN PATI JAGUNG Kevin Andreas Sitompul; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gondorukem merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai matriks pada komposit karena memiliki sifat yang lengket pada fasa cair, sehingga dapat digunakan untuk mengikat serat. Gondorukem memiliki kelemahan yakni memiliki sifat yang getas apabila berada di fasa padat. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk membuat matriks gondorukem yang tidak getas dengan penambahan unsur plasticizer. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hasil proses manufaktur komposit dengan menggunakan metode hand lay-up dan hot compression serta mengetahui kekuatan tarik komposit yang menggunakan matriks gondorukem dengan penambahan plasticizer. Penelitian ini menggunakan fraksi massa serat 20% dan persentase plasticizer 10%,15%, dan 20%. Spesifikasi spesimen disesuaikan dengan ASTM D-3039. Metode hand lay-up digunakan dengan menggunakan pemanas magnetic stirr, dan metode compression molding dilakukan dengan alat hot compression. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode hand lay-up banyak ditemukan void dan serat yang belum terlapisi matiks, selain itu penambahan unsur plasticizer akan meningkatkan kesulitan dalam mengolesi matriks. Metode hot compression dapat mengurangi void yang terbentuk dan memaksimalkan keseragaman bentuk spesimen. Hasil pengujian tarik menunjukkan kekuatan tarik tertinggi yakni pada variasi persentase plasticizer 10% dengan beban tarik 896,21 N dan kekuatan tarik sebesar 12,62 MPa. Adapun urutan kekuatan tarik tertinggi ke terendah yakni dengan penambahan plasticizer 10%, 15% dan 20%.
PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT DAN VARIASI PLASTICIZER TERHADAP KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Ardhy Rizqi Kurniawan; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman teknologi modern saat ini, berbagai instansi industri berupaya untuk menghasilkan barang dengan biaya lebih efisien, desain ergonomis, dan ramah lingkungan. Upaya ini mendorong penggunaan sumber daya alam yang terbarukan sebagai solusi. Salah satu pilihan yang diminati adalah penggunaan komposit polimer yang sedang tren, terutama dengan memanfaatkan serat alam sebagai bahan pengisi komposit tersebut. Penelitian saat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi massa serat dan pengaruh variasi plastizicer terhadap kekuatan lentur dari komposit serat rami dan matriks gondorukem. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 15, 20, 25 wt%, sedangkan untuk variasi plasticizer yang digunakan adalah 15, 20, 25 wt%. Metode yang digunakan untuk membuat spesimen uji adalah hand lay-up. Dari hasil pengujian tersebut nilai kekuatan lentur maksimal yang paling rendah adalah pada komposit dengan variasi plasticizer 25%, sedangkan nilai kekuatan lentur maksimal yang terbesar adalah komposit dengan variasi plastizicer 15% Nilai lentur dari variasi plasticizer 15% hingga variasi plasticizer 20% mengalami tren turun seiring bertambahnya variasi plasticizer.nilai kekuatan bending paling rendah adalah pada komposit dengan variasi plasticizer 25% sebesar 32,99 N/mm2, sedangkan nilai kekuatan bending paling tinggi adalah pada komposit dengan variasi 15% sebesar 34,84 N/mm2. Pada analisis makro spesimen uji, ditemukan delaminasi pada spesimen uji kekuatan lentur.
PENGARUH FRAKSI MASSA, KOMPOSISI, DAN TREATMENT SERAT TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Haikal Sultan Nauval; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdorong dari permintaan bahan yang ramah lingkungan, untuk mendukung keberlanjutan dan penggunaan material yang murah dan ramah lingkungan, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menginvestigasi kekuatan tarik dari komposit polimer dengan serat rami dalam rangka menciptakan material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Fabrikasi komposit dilakukan menggunakan metode hand lay-up dan compression molding dengan variasi fraksi massa serat 20%wt serta variasi fraksi massa dari kandungan plastisizer 20%wt, 15%wt, dan 10%wt pada matriksnya. Selanjutnya, dilakukan perlakuan treatment maserasi metil alkohol pada serat yang digunakan sebagai penguat komposit untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap hasil uji kekuatan tariknya. Metode pengujian mengikuti panduan sesuai dengan ASTM D3039 untuk mendapatkan data kekuatan tarik komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit dengan kandungan serat dengan fraksi massa serat 20%wt dengan kekuatan tarik rata-rata 19,70 MPa. Penemuan ini berkontribusi dalam pengembangan komposit berperforma tinggi yang berkelanjutan dan berpotensi untuk aplikasi yang beragam dalam industri.
PENGARUH PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN PATI JAGUNG PADA MATRIKS GONDORUKEM TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI Fakhrizal Akbar; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan komposit didasarkan pada konsep green composite. Green composite adalah jenis komposit yang ramah lingkungan, yang terbuat dari kombinasi resin alami (gondorukem) dan penguat yang berasal dari sumber alami (serat rami). Dalam rangka mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetis yang memiliki dampak negatif pada lingkungan, pendekatan ini melibatkan pengembangan komposit dengan komponen serat dan matriks yang bersifat alami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh fraksi massa serat rami dan pengaruh persentase plasticizer pada matriks gondorukem. Berbagai variasi fraksi massa serat digunakan, yaitu 20 wt%, 25 wt%, dan 30 wt%. Sementara itu, variasi konsentrasi plasticizer yang digunakan adalah gliserol yang dicampur dengan pati jagung dengan persentase 15%wt dan 20%wt. Pembuatan spesimen dilakukan melalui dua metode, yakni hand lay-up dan compression molding. Pengujian dilakukan sesuai dengan standar ASTM D5942-96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan impak komposit mengalami fluktuasi sejalan dengan perubahan fraksi massa serat dan konsentrasi plasticizer. Dalam hal ini, hasil pengujian impak menunjukkan bahwa komposit dengan fraksi massa serat 20% dan penambahan plasticizer 20% memiliki nilai impak tertinggi, yakni 0,588 J/mm2.
PENGARUH BEDA PERSENTASE KAOLIN PADA KATALIS ZEOLIT ALAM TERHADAP YIELD BIODIESEL DARI MINYAK KELAPA SAWIT Pandu Muhammad S; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi dan ekonomi global telah meningkatkan konsumsi minyak bumi, yang mengakibatkan kebutuhan akan sumber energi alternatif seperti biodiesel. Biodiesel, yang terbuat dari bahan baku hayati seperti minyak kelapa sawit, menawarkan solusi sebagai bahan bakar yang ramah ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fisik pelet katalis zeolit alam setelah digunakan dalam pembuatan biodiesel, serta untuk mengetahui pengaruh variasi pelet katalis zeolit alam terhadap yield biodiesel dari minyak kelapa sawit. Metode penelitian meliputi preparasi pelet katalis menggunakan zeolit alam dan binder kaolin, serta pelaksanaan transesterifikasi dalam pembuatan biodiesel. Selanjutnya, pelet katalis dianalisis perubahan fisiknya dan biodiesel dianalisis untuk yield serta karakteristik lainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelet katalis zeolit alam 100% menghasilkan deformasi dan penyusutan yang lebih besar dibandingkan dengan pelet yang dicampur kaolin. Yield tertinggi dicapai dengan rasio 1:10 menggunakan pelet katalis zeolit alam 100% yaitu 98%. Berikutnya, yield tertinggi kedua dicapai dengan rasio yang sama 1:10 namun dengan katalis pelet zeolit alam dan binder kaolin dengan perbandingan 80:20, yang menghasilkan 95%.
ANALISIS PENGARUH VARIASI KOMPOSISI ZEOLIT ALAM DAN BINDER KAOLIN DENGAN PERLAKUAN KALSINASI TERHADAP PENGGUNAAN SECARA BERULANG PADA KATALIS TERHADAP HASIL UJI KARAKTERISASI BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT Yusuf Hamdhany; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katalis adalah bahan yang meningkatkan laju reaksi tanpa mengubah komposisi zat reaksi. Katalis dibagi menjadi heterogen dan homogen. Katalis heterogen dalam bentuk pelet sering digunakan dalam produksi biodiesel karena kelebihannya seperti kekuatan mekanis tinggi, dapat digunakan berulang, bentuk variatif, dan mudah dikontrol. Produksi pelet katalis melibatkan penghancuran batuan zeolit, pengayakan serbuk, pencampuran serbuk zeolit dengan bahan pengikat, kompaksi serbuk menjadi pelet, lalu dikalsinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase bahan dan penggunaan berulang pada kualitas dan kuantitas biodiesel yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit selama 3 jam pada suhu 60℃. Pengujian meliputi penentuan yield dan karakterisasi biodiesel, yang meliputi densitas, viskositas, dan bilangan asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan dimensi dan perubahan bentuk fisik, pelet tetap layak digunakan kembali dan menunjukkan ketahanan yang baik terhadap siklus penggunaan berulang. Sementara itu pada katalis zeolit alam 75:25, yield awal 96% menurun menjadi 93,33% pada penggunaan ulang. Pada variasi 70:30, yield awal 93,33% menurun menjadi 90,67%. Densitas tertinggi diperoleh pada katalis 75:25 dengan 887,969 kg/m³, menurun menjadi 883,622 kg/m³ pada penggunaan ulang. Viskositas terendah adalah pada katalis 70:30 pengujian 2 dengan 4,170 mm²/s. Angka asam terkecil adalah pada katalis 75:25 pengujian 1 dengan 0,056 mg-KOH/g.
ANALISIS PENGARUH BEDA PERSENTASE BINDER KAOLIN PADA PELET KATALIS TERHADAP NILAI YIELD BIODIESEL BERBAHAN BAKU MINYAK KELAPA SAWIT Aryo Akhtar Palistianto; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global adalah masalah yang semakin mendesak dan memerlukan solusi segera. Penyebab utama pemanasan global adalah emisi karbondioksida yang dihasilkan oleh berbagai sektor kegiatan manusia. Maka dari itu, penggunaan teknologi green energy merupakan salah satu solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Green energy atau energi hijau adalah pemanfaatan sumber energi yang dapat diperbaharui oleh proses alam dan memiliki keunggulan dalam rendahnya produksi emisi hasil konsumsi energi tersebut. Sebagai contoh yaitu penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai yield dari produksi biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit dengan menggunakan pelet katalis zeolit alam dengan variasi persentase binder kaolin pada pelet katalis. Pelet katalis diproduksi dengan perbandingan kaolin sebagai binder pengikat sebesar 25% dan 30% menggunakan dies berdiameter 5 mm dan menggunakan metode kompaksi sebesar 1,5 ton dengan alat Hydraulic Press Machine. Setelah itu, produksi biodiesel dengan proses transesterfikasi menggunakan metode pemanasan dan pengadukan dilakukan. Jumlah katalis yang digunakan sebesar 1% terhadap jumlah minyak kelapa sawit untuk masing-masing pelet yang telah dibuat. Hasil pengukuran dan perhitungan menunjukan bahwa persentase kaolin berpengaruh terhadap nilai yield biodiesel. Hasil yield tertinggi dihasilkan oleh sampel dengan persentase kaolin 25% sebesar 86,67% sedangkan nilai yield terendah dihasilkan oleh sampel dengan persentase kaolin 30% sebesar 85,33%.