JURNAL TEKNIK MESIN
Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024

ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN NAOH DAN ASETIL ANHIDRAT TERHADAP KEKUATAN REKAT DAN KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM

Nasrul Hadi (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Sulardjaka Sulardjaka (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)
Norman Iskandar (Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2024

Abstract

Mengurangi penggunaan bahan-bahan sintesis yang merusak lingkungan telah menjadi fokus banyak orang pada saat ini, maka dikembangkanlah material yang bersifat alami salah satunya komposit yang sedang banyak dikembangkan karena memiliki kelebihan seperti kekuatan yang baik dengan berat yang ringan, densitas rendah, dan memiliki fleksibilitas desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi massa pada komposit dan treatment pada serat rami untuk nilai kekuatan lentur dan juga pengaruh plasticizer pada matriks gondorukem dan treatment pada serat rami untuk mengetahui nilai kekuatan rekat. Fraksi massa yang digunakan untuk pengujian bending adalah dengan variasi, 15%wt. Sedangkan variasi plasticizer yang digunakan adalah 10%wt. Treatment yang digunakan adalah alkalisasi menggunakan NaOH dengan dilakukan perendaman selama dua jam dan asetilasi menggunakan Asetil Anhidrat selama satu jam. Untuk mengetahui sifat mekanik, maka dilakukan pengujian bending dan pull-out. Dari hasil pengujian bending, disimpulkan semakin tingggi fraksi massa, maka nilai kekuatan lentur semakin tinggi. Selain itu, disimpulkan juga, nilai kekuatan lentur serat dengan treatment Asetil Anhidrat lebih tinggi dibanding dengan treatment NaOH. Secara berurutan nilai kekuatan lentur 15%wt adalah 7,39 N/mm2, 6,95 N/mm2, 6,6 N/mm2 untuk treatment serat Asetil Anhidrat dan 3,69 N/mm2, 3,75 N/mm2, 3,57 N/mm2 untuk treatment serat NaOH. Dari hasil pengujian bending, semakin tinggi presentase dari plasticizer, maka semakin kecil kekuatan rekat dari komposit. Untuk kekuatan rekat tertinggi dimiliki oleh serat dengan treatment Asetil Anhidrat yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,42 MPa dan menurun hingga 0,53 MPa di variasi 25%wt plasticizer. Untuk serat dengan treatment NaOH yaitu 10%wt plasticizer dengan nilai 1,11 MPa dan menurun hingga 0,473 MPa di variasi 25%wt plasticizer.

Copyrights © 2024