Tape singkong memiliki umur simpan yang relatif pendek dikarenakan proses biokimia dan mikrobiologis yang masih berlanjut. Kondisi ini mempengaruhi stabilitas beberapa atribut mutu sensori. Penggunaan daun sebagai pengemas tradisional diyakini dapat mempertahankan atribut mutu, namun penelitian terkait efektivitas antar daun belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untu menganalisis penggunaan berbagai daun pembungkus yaitu daun pisang, daun sirih, daun salam, dan daun pandan terhadap mutu sensori tape selama penyimpanan. Penilaian sensori dilakukan oleh 28 responden menggunakan empat parameter mutu, yakni aroma, rasa, warna, dan tekstur. Analisis hasil atribut mutu dilakukan menggunakan metode ANOVA. Atribut yang menunjukkan signifikansi selanjutnya diuji dengan metode Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh signifikan terhadap aroma (p = 0,007) dan tekstur (p = 0,029), namun tidak terhadap rasa maupun warna. Uji Duncan menunjukkan bahwa daun salam secara konsisten menghasilkan nilai aroma dan tekstur tertinggi, sementara daun sirih menempati posisi terendah pada kedua atribut tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa daun salam memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan stabilitas mutu tape selama penyimpanan. Secara praktis, hasil ini memberikan dasar ilmiah bagi pemilihan kemasan tradisional yang lebih efektif dalam memperpanjang umur simpan serta meningkatkan kualitas produk fermentasi lokal.
Copyrights © 2026