Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam praktik pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta menganalisis persepsi dan pengalaman mahasiswa IAIN Kendari sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 mahasiswa aktif dari berbagai program studi yang telah menggunakan AI dalam aktivitas akademiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah menjadi praktik umum, terutama untuk penyusunan tugas, pencarian referensi, dan pemahaman materi melalui platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Grammarly. Manfaat utama yang dirasakan adalah efisiensi waktu, kemudahan akses informasi, dan transformasi strategi belajar. Namun, di sisi lain, muncul tantangan signifikan seperti penurunan potensi berpikir kritis, ketergantungan berlebihan, serta kekhawatiran terkait etika akademik dan kesesuaian dengan nilai-nilai keislaman. Persepsi mahasiswa bersifat ambivalen; mereka melihat AI sebagai alat bantu yang powerful namun juga menyadari risikonya terhadap integritas intelektual dan spiritual. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan integratif yang menggabungkan kemajuan teknologi dengan penguatan literasi etis-digital berbasis nilai-nilai pendidikan Islam.
Copyrights © 2026