Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, risiko pembiayaan, dan beban operasional terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), sedangkan variabel dependen diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa time series selama periode 2020–2024 yang diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampel penelitian terdiri dari 60 observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 25 melalui uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji simultan (Uji F), dan uji parsial (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan CAR, NPF, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Secara parsial, CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,7% menunjukkan bahwa variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan modal dan peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas Bank Umum Syariah. Oleh karena itu, manajemen bank perlu menjaga kecukupan modal serta menekan beban operasional agar kinerja keuangan lebih optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025