Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Maqasid Syariah sebagai Bentuk Rasionalitas Etis: Analisis Kebijakan Strategis Bank Umum Syariah di Indonesia Jhody Wiraputra; Isti Safira; Reska Maulida; Yulia Andriani; Ruslan Abdul Ghofur; Hanif Hanif
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 4 No. 2 (2026): JACTA: Journal of Accounting and Taxes, January 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v4i2.1492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Maqasid Syariah sebagai bentuk rasionalitas etis dalam kebijakan strategis Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia periode 2023-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumentasi terhadap laporan tahunan dan laporan keberlanjutan lima bank syariah besar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUS di Indonesia telah berhasil menyelaraskan pertumbuhan profitabilitas dengan misi sosial dan etis, di mana penguatan modal dan perbaikan kualitas pembiayaan berjalan beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya bagi regulator dan manajemen perbankan untuk tidak hanya menggunakan metrik keuangan konvensional sebagai standar keberhasilan, tetapi juga mengadopsi indikator berbasis Maqasid guna memperkuat identitas dan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan landasan strategis bagi pengembangan perbankan syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan sekaligus memberikan rekomendasi bagi penelitian mendatang untuk memperluas cakupan pada sektor keuangan mikro syariah guna mendapatkan gambaran kontribusi ekonomi syariah yang lebih menyeluruh.
Analisis Maqashid Syariah terhadap Manajemen Risiko Imbal Hasil pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah SHALAHUDIN HABIBULLAH; Isti Safira; Ogi Marsenal Apindo; Ridwansyah; Wan Ruslan Abdul Ghani
Al Itmamiy Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Vol. 8 No. 1 (2026): Al Itmamiy : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/hrs4mg54

Abstract

Risiko imbal hasil pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tidak hanya merupakan persoalan teknis dalam pengelolaan aset dan liabilitas, tetapi juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap prinsip hukum ekonomi syariah. Ketidaksesuaian antara kinerja pembiayaan dan ekspektasi imbal hasil nasabah dapat menimbulkan persoalan keadilan akad, transparansi informasi, perlindungan harta, dan keseimbangan hak serta kewajiban antara bank dan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko imbal hasil pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah melalui perspektif maqashid syariah serta merumuskan kerangka konseptual yang mengintegrasikan dimensi risiko, tata kelola syariah, dan perlindungan kepentingan nasabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual melalui studi pustaka sistematis terhadap literatur akademik, regulasi perbankan syariah, dan dokumen yang relevan dengan manajemen risiko serta tata kelola BPRS. Data dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahapan identifikasi isu, klasifikasi konsep, pemetaan norma maqashid, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen risiko imbal hasil pada BPRS masih cenderung berorientasi pada stabilitas finansial dan belum sepenuhnya menempatkan maqashid syariah sebagai dasar normatif dalam pengambilan keputusan risiko. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan maqashid syariah sebagai instrumen analisis normatif-yuridis untuk menilai kesesuaian manajemen risiko imbal hasil dengan prinsip perlindungan harta, keadilan distribusi, transparansi, dan kemaslahatan. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola risiko BPRS perlu diarahkan tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan institusi, tetapi juga untuk memastikan kepatuhan syariah, keadilan kontraktual, dan perlindungan nasabah secara berkelanjutan.
Pengaruh Modal, Risiko Pembiayaan Dan Beban Operasional Terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Di Indonesia Palupi Pratiwi; Jhody Wiraputra Wiraputra; Dewi Risyantika; Ogi Marsenal; Isti Safira
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, risiko pembiayaan, dan beban operasional terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), sedangkan variabel dependen diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa time series selama periode 2020–2024 yang diperoleh dari Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampel penelitian terdiri dari 60 observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 25 melalui uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji simultan (Uji F), dan uji parsial (Uji T). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan CAR, NPF, dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Secara parsial, CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Nilai koefisien determinasi sebesar 52,7% menunjukkan bahwa variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan modal dan peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan profitabilitas Bank Umum Syariah. Oleh karena itu, manajemen bank perlu menjaga kecukupan modal serta menekan beban operasional agar kinerja keuangan lebih optimal dan berkelanjutan.