Fondasi tiang pancang digunakan untuk meneruskan beban struktur ke lapisan tanah yang memiliki daya dukung memadai. Pada tanah endapan danau, variasi diameter tiang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kapasitas dukung fondasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter terhadap kapasitas dukung tiang pancang serta membandingkan hasil metode Meyerhof dan Reese & Wright berdasarkan data Standard Penetration Test (SPT).Analisis dilakukan pada tiang pancang beton tunggal dengan diameter 0,5 m dan 0,6 m menggunakan data SPT yang telah dikoreksi. Perhitungan meliputi tahanan ujung, tahanan gesek selimut, kapasitas dukung ultimit, dan kapasitas dukung izin pada berbagai kedalaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter tiang meningkatkan kapasitas dukung pada kedua metode. Pada kedalaman optimum 24 m, kapasitas dukung izin metode Meyerhof meningkat dari 472,34 kN menjadi 760,50 kN atau sebesar 61,0%, sedangkan metode Reese & Wright meningkat dari 826,52 kN menjadi 1.053,73 kN atau sebesar 27,5%. Kedalaman 24 m merupakan kedalaman yang paling efektif karena telah mencapai lapisan tanah dengan nilai SPT yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tiang dan kondisi lapisan tanah berpengaruh signifikan terhadap kapasitas dukung fondasi. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam penentuan dimensi dan kedalaman fondasi tiang pancang yang efisien pada tanah endapan danau.
Copyrights © 2026