Perkembangan media sosial sebagai ruang komunikasi publik menyebabkan interaksi masyarakat tidak hanya terjadi secara langsung. Kolom komentar pada media sosial menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan tanggapan terhadap isu sosial dan politik yang berkembang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya respons warganet terhadap isu demonstrasi tunjangan DPR yang menunjukkan adanya penggunaan bahasa dengan maksud dan dampak tertentu bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam komentar warganet serta menjelaskan efek yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan pada komentar warganet di unggahan Instagram Kompas.com terkait aksi demonstrasi tunjangan DPR periode Agustus–September 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik lanjutan berupa catat dan pilah. Analisis data dilakukan menggunakan teori tindak tutur menurut Searle dengan mengidentifikasi bentuk tuturan dan efek perlokusi yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan warganet didominasi oleh tindak tutur ekspresif yang berisi ungkapan kemarahan, kekecewaan, dan kritik terhadap DPR. Selain itu, ditemukan pula bentuk representatif, direktif, komisif, dan deklaratif yang menunjukkan upaya warganet dalam membangun opini serta memengaruhi sikap pembaca. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan membentuk respons publik melalui penggunaan bahasa. Kata Kunci: Tindak tutur perlokusi; Warganet; Instagram; Demonstrasi
Copyrights © 2026