This study was motivated by the relatively low level of Indonesian students' scientific argumentation skills in solving science problems from the Programme for International Student Assessment (PISA), particularly in constructing logical relationships among claims, data, and warrants. The study focuses on mapping students' scientific argumentation structures based on Toulmin's Argument Pattern within the context of PISA science tasks developed according to the PISA 2025 Science Framework, an area that has received limited attention at the junior secondary school level. This research aimed to examine the relationship among the claim, data, and warrant components in students' scientific argumentation. A qualitative case study design was employed involving 84 ninth-grade junior high school students. Data were collected through students' responses to PISA-based science questions and analyzed using Toulmin's Argument Pattern by focusing on three essential components: claim, data, and warrant. The findings revealed that the most frequently identified argumentation structure was claim–data (C–D), accounting for 44.04%, followed by claim (C) at 30.35%, and claim–data–warrant (C–D–W) at 25.59%. The results indicate that most students were able to formulate claims supported by relevant data. However, many students experienced difficulties in constructing warrants that logically connected the supporting data with the proposed claims. These findings suggest that science instruction should place greater emphasis on developing students' ability to construct warrants in order to produce more coherent and evidence-based scientific arguments. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa Indonesia dalam menjawab soal sains berbasis Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya dalam menyusun argumentasi yang menghubungkan claim, data, dan warrant secara logis. Penelitian ini memetakan struktur argumentasi ilmiah siswa berdasarkan model Toulmin dalam konteks soal sains PISA berbasis Framework PISA 2025 melalui pendekatan kualitatif, yang masih terbatas dikaji pada jenjang SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola keterkaitan antara claim, data, dan warrant dalam struktur argumentasi ilmiah siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sebanyak 84 siswa kelas IX SMP sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal sains PISA kepada siswa. Selanjutnya, respons yang diperoleh dianalisis menggunakan model argumentasi Toulmin dengan memfokuskan pada tiga unsur utama, yaitu claim, data, dan warrant. Analisis terhadap jawaban siswa memperlihatkan bahwa struktur argumentasi yang paling dominan adalah claim–data (C–D) dengan persentase 44,04%. Selanjutnya, pola claim (C) ditemukan sebesar 30,35%, sedangkan struktur claim–data–warrant (C–D–W) muncul sebesar 25,59%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas siswa telah mampu menyampaikan claim yang diperkuat oleh data sebagai dasar pendukungnya. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum mampu membangun warrant yang berfungsi menjelaskan hubungan logis antara data yang digunakan dan claim yang diajukan. Oleh karena itu, pembelajaran sains perlu memberikan perhatian pada pengembangan kemampuan siswa dalam membangun warrant agar argumentasi ilmiah yang dihasilkan lebih utuh dan berbasis bukti.
Copyrights © 2026