Bermain peran merupakan metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional dan kemampuan kognitif pada anak-anak. Latar belakang penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal di TK ABA Giwangan mengunakan metode bermain peran makro di kelas B2 dan mulai berkembangnya peserta didik kemampuan mengenal emosidalam mengenal emosi diri dan orang lain. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran pelaksaaan metode bermain peran untuk mengembangkan kemampuan nmengenal emosi pada anak usia 5-6 tahun di TK ABA Giwangan tahun 2022. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 guru kelas B sebagai partisipan dengan mengunakan teknik purposive sampling dengan kriteria mengajar dikelas usia 5-6 tahun terlibat dalam proses pembelajaran dan mengunakan metode bermain peran dalam pembelajarannya dan kepala sekolah sebagai sumber data. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mengunakan triagulasi teknik untuk mengumpulkan data dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan langkah reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan ada empat langkah yang dilakukan pendidik dalam pengunaan metode bermain peran untuk mengembangkan kemampuan mengenal emosi pada anak usia 5-6 tahun di TK ABA Giwangan di kelas sentra yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum main, pijakan main dan pijakan setelah main.
Copyrights © 2022