Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an yang memerlukan metodologi yang tepat agar kandungan maknanya dapat dipahami secara benar dan proporsional. Artikel ini bertujuan menganalisis empat metode utama pemahaman hadis, yaitu ijmali, tahlili, muqaran, dan maudu'i, meliputi konsep dasar, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing metode. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari kitab-kitab syarah hadis klasik dan literatur Ulumul Hadis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ijmali menekankan penjelasan yang ringkas dan global sesuai urutan kitab hadis; metode tahlili menguraikan hadis secara rinci dari aspek kosakata, asbab al-wurud, hingga kandungan hukum; metode muqaran menempuh langkah perbandingan antarhadis, hadis dengan Al-Qur'an, dan antarpendapat ulama untuk menyelesaikan hadis yang tampak kontradiktif (mukhtalif al-hadis); sedangkan metode maudu'i menghimpun dan menganalisis hadis-hadis setema secara komprehensif untuk menjawab persoalan tertentu, termasuk isu-isu kontemporer. Keempat metode tersebut bersifat saling melengkapi, bukan saling meniadakan, sehingga penguasaan terhadap seluruh metode menjadi bekal penting bagi pengkaji hadis dalam memilih pendekatan yang paling relevan sesuai konteks dan kebutuhan kajian.
Copyrights © 2026