Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI KETERAMPILAN GURU DALAM MEMVARIASIKAN PEMBELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI SD INPRES LAYANG KOTA MAKASSAR Nur Aida; Nursalam Nursalam; Rosleny Babo
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i1.8546

Abstract

Implementasi keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring di SD Inpres Layang Kota Makassar. Dibimbing oleh Nursalam dan Rosleny Babo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring. Penelitian ini termaksuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil peneleitian menunjukan bahwa Implementasi Keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS di SD Inpres Layang Kota Makassar  yaitu a) Keterampilan variasi dalam gaya mengajar, b) Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran, c) Keterampilan menjelaskan, d) Keterampilan bertanya,  e) Keterampilan memberikan penguatan, dan f) Keterampilan mengelola kelas. 2. Hasil wawancara implementasi Keterampilan Guru dalam Pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring di SD Inpres Layang Kota Makassar a) Reaksi siswa kurang memahami dalam pembelajaran daring, Siswa sangat jenuh karena terkadang tidak mendengarkan b) Siswa kurang menyukai mata pelajaran IPS dalam Pembelajaran daring dengan alasan jaringan kurang jelas dan suara terputus-putus, c) Metode yang digunakan metode ceramah, dan metode penugasan, serta menggunakan media powerpoint. d) Siswa menyukai metode ceramah dan penugasan. e) Upaya yang ditempuh guru dalam mengatasi kesulitan belajar IPS dalam Pembelajaran daring dengan banyak membaca, siswa harus dilatih untuk dapat menyimak pembelajaran serta menyusun jadwal sebaik mungkin. f) Faktor yang menyebabkan kesulitan dalam Pembelajaran daring yaitu faktor intern siswa, dan faktor teknis serta faktor ekstern. g) memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran lebih menggunakan via zoom. 3. Implementasi Keterampilan Guru dalam Memvariasikan Pembelajaran IPS melalui Pembelajaran daring guru mengaktifkan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran IPS melalui Pembelajaran daring yaitu siswa diberikan tugas, dan menggunakan power point.
REKONSTRUKSI PROSES HISTORIS-TEOLOGIS TURUNNYA WAHYU: IMPLIKASINYA TERHADAP OTORITAS DAN AUTENTISITAS ALQUR'AN Nurul Ilmi; Fathul Janna; Nur Aida; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas rekonstruksi historis-teologis proses turunnya wahyu Alqur'an serta penguatannya terhadap otoritas dan autentisitas Alqur'an sebagai sumber utama ajaran Islam. Pembahasan diawali dengan penelusuran konteks sejarah pewahyuan Alqur'an yang berlangsung secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, melibatkan interaksi antara wahyu Ilahi dan realitas sosial masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, makalah ini mengkaji dimensi teologis wahyu, khususnya keyakinan bahwa Alqur'an bersumber langsung dari Allah SWT dan disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril tanpa campur tangan manusia dalam substansi pesan Ilahi. Rekonstruksi historis-teologis ini menunjukkan bahwa proses turunnya wahyu tidak mengurangi keotentikan Alqur'an, melainkan justru memperkuat otoritasnya sebagai kalamullah yang terjaga. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa otoritas Alqur’an bersifat transenden sekaligus kontekstual, sementara autentisitasnya terjamin melalui mekanisme hafalan, pencatatan, dan transmisi yang ketat sejak masa kenabian hingga kodifikasi mushaf. Dengan demikian, Alqur'an tetap memiliki legitimasi teologis dan historis yang kokoh sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman.  
Pinsip dan Model Pengembangan Kurikulum Sandi Sandi; Nur Aida; Sultan Haerun; Sumiati Sumiati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum merupakan proses sistematis yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan hakikat pengembangan kurikulum, menguraikan prinsip-prinsip umum yang menjadi landasan dalam penyusunannya, serta menganalisis berbagai model pengembangan kurikulum yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan. Pembahasan dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa buku dan jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berpedoman pada lima prinsip utama, yaitu relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, dan efektivitas agar kurikulum mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan tuntutan perkembangan zaman. Selain itu, terdapat beberapa model pengembangan kurikulum yang memiliki karakteristik berbeda, di antaranya model administratif, model grass roots, model Beauchamp, model Taba, model Tyler, dan model hubungan interpersonal. Masing-masing model memiliki kelebihan dan keterbatasan sehingga penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik lembaga pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, prinsip dan model pengembangan kurikulum perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sehingga tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan spiritual peserta didik. Dengan demikian, pengembangan kurikulum menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Metodologi Pemahaman Hadis: Kajian atas Metode Ijmali, Tahlili, Muqaran, dan Maudu'i Nur Aida; Sulfiadi Sulfiadi; Andika Fahmil Hamdani Alim; Rahmi Dewanti Palangkey; Abbas Baco Miro
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur'an yang memerlukan metodologi yang tepat agar kandungan maknanya dapat dipahami secara benar dan proporsional. Artikel ini bertujuan menganalisis empat metode utama pemahaman hadis, yaitu ijmali, tahlili, muqaran, dan maudu'i, meliputi konsep dasar, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing metode. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari kitab-kitab syarah hadis klasik dan literatur Ulumul Hadis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ijmali menekankan penjelasan yang ringkas dan global sesuai urutan kitab hadis; metode tahlili menguraikan hadis secara rinci dari aspek kosakata, asbab al-wurud, hingga kandungan hukum; metode muqaran menempuh langkah perbandingan antarhadis, hadis dengan Al-Qur'an, dan antarpendapat ulama untuk menyelesaikan hadis yang tampak kontradiktif (mukhtalif al-hadis); sedangkan metode maudu'i menghimpun dan menganalisis hadis-hadis setema secara komprehensif untuk menjawab persoalan tertentu, termasuk isu-isu kontemporer. Keempat metode tersebut bersifat saling melengkapi, bukan saling meniadakan, sehingga penguasaan terhadap seluruh metode menjadi bekal penting bagi pengkaji hadis dalam memilih pendekatan yang paling relevan sesuai konteks dan kebutuhan kajian.
Dasar Pembaharuan Pemikiran Modern dalam Dunia Islam: Kajian Konseptual dan Urgensinya Nur Aida; Sulhikmah Sulhikmah; Mujairil Mujairil; Sandi Ibnu Syam; Rusli Malli; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam diturunkan sebagai petunjuk universal yang dituntut mampu berdialog dengan setiap zaman, namun sejarah peradaban Islam mencatat kemunduran setelah masa keemasan abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, ditandai dengan taqlid yang kaku dan anggapan tertutupnya pintu ijtihad. Penelitian ini mengkaji kerancuan pemahaman yang meluas antara pembaharuan Islam yang sah (tajdid/islah/tathwir) dengan perubahan menyimpang yang mengubah pokok akidah. Dengan metode penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif, sumber primer berupa Al-Qur'an dan Hadis serta sumber sekunder berupa karya ulama klasik dan kontemporer dianalisis secara deskriptif melalui analisis isi tematik meliputi definisi, konsep dasar, latar belakang historis, dan urgensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembaharuan dalam Islam bukanlah mengubah ketentuan syariat yang mutlak, melainkan memurnikan pemahaman agama dari unsur yang tidak berdasar, mengembangkan metode penerapan syariah sesuai konteks zaman, serta membuka kembali ruang ijtihad kolektif untuk masalah baru, dengan tetap menjaga akidah, rukun Islam, dan ijma' ulama sebagai batas mutlaknya. Gerakan ini didorong oleh faktor internal berupa kekakuan pemikiran dan terhentinya ijtihad, serta faktor eksternal berupa kolonialisme dan tantangan kemajuan peradaban Barat, dan dipelopori tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rashid Rida. Pembaharuan ini tetap mendesak dilakukan untuk menjawab tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembalikan martabat umat Islam, meluruskan pemahaman kaku yang memicu ekstremisme, serta mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Analisis Kritis Kaidah Fiqih Lintas Mazhab dalam Pendidikan Rifda Nur Irwani; Sulfiadi Sulfiadi; Nur Aida; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah fikih merupakan prinsip-prinsip universal yang dirumuskan oleh para ulama sebagai hasil induksi terhadap berbagai ketentuan hukum Islam yang bersifat parsial. Dalam perkembangannya, kaidah fikih tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penetapan hukum, tetapi juga menjadi landasan konseptual dalam pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kaidah fikih lintas mazhab dan relevansinya dalam pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mengkaji literatur klasik dan kontemporer mengenai kaidah fikih dari berbagai mazhab, khususnya mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metodologis dalam konstruksi hukum antarmazhab, terdapat sejumlah kaidah universal yang disepakati dan dapat menjadi landasan filosofis, pedagogis, serta etis dalam pendidikan Islam. Kaidah seperti al-umūr bi maqāṣidihā (segala perkara bergantung pada tujuannya), al-yaqīn lā yuzālu bi al-syakk (keyakinan tidak hilang karena keraguan), al-masyaqqah tajlib al-taysīr (kesulitan mendatangkan kemudahan), lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak boleh membahayakan diri dan orang lain), serta al-'ādah muḥakkamah (adat dapat menjadi pertimbangan hukum) memiliki implikasi signifikan terhadap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan kebijakan pendidikan. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan lintas mazhab mampu memberikan perspektif yang lebih inklusif dan adaptif dalam menjawab tantangan pendidikan modern tanpa kehilangan pijakan normatif Islam. Dengan demikian, kaidah fikih lintas mazhab memiliki kontribusi strategis dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang moderat, fleksibel, dan berorientasi pada kemaslahatan.